Sab. Mei 8th, 2021

AAMIIN

AAMIIN

Nyanyian manjamu melagukan rindu
di setiap hari terlewati
mengisi dimensi sekeping hati yang sunyi
sebelum ketibaan mata pejamku
kumendengarkan tanpa jemu
alunan suara mendodoikan lenaku
kucitrakan saling bertentang mata sebentar lagi di alam mimpi
alangkah indah seandainya pada waktu ini
lunak suara rindu berlagu
wujudnya nyata berbisik di telinga
ditemani selaan jemari menggenggami
tak mahu berpisah lagi
walau jarak hanya seinci.

Di penghujung kelembutan
irama didendangkan olehmu
kau selangi ketawa kecil menjentik kalbu
bertukar menjadi wahyu rindu
membuat aku seharian menunggu
kapan kaukan bertamu
terlalu ingin aku pergi mendapatkan kamu
bimbang pula kaumakin menjauhkan dirimu
kunantikan patah-patah ucapanmu
disabdakan kepadaku
sebagai hari yang paling menggembirakan
jelmamu menjadi girang berpanjangan
kuntum senyumku berlanjutan seharian.

Sekiranya diutuskan Tuhan kepadamu
melalui perantaraan hati
tentang keberadaanku sekarang ini
tersedik di ingatanmu terhadapku
kuharapkan ianya menjadi baris-baris doamu
yang sentiasa akan aku aamiinkan
biarpun namaku kaupohonkan
dalam perenggan yang paling akhir
itu sudah cukup memadai
dari menjadi nama yang kaupinggir
di dalam munajat kudusmu.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu
23 Jun 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: