Sab. Mei 8th, 2021

AKU KARTINAH

Aku
Akulah Kartinah
Menyusuri bongkahan batu
Lumpur dan comberan
Mengumpulkan remah-remah
Dengan kaki sendal sebelah
Kaki kiriku bengkak
Kesleo atau patah.
Aku hilang rasa
Biarlah patah.
Sampai aku di tengah sawah
Ladang
Padang ilalang gelagah
Berharap kudapat berkah.
Berteduh aku
Di gubuk tepi telaga
Di situ aku tahu
Masih ada tempat bagi yang lemah
Senyum nan ramah
Jabat nan erat
Rengkuhan hangat
Juga minuman rempah.
Aku bergetar
Melepas tudung pudar warna
Sepudar harapan menghilang
Di masa lansia tersia
Aku Kartinah
Perempuan tua terlunta-lunta
Tuan
Nyanyikanlah tembang senja
Sesenja hidupku
Yang selalu sia-sia.
Kartinah namaku
Panggil saja, “Nah….”
Bila kutakjawab
Tuan-tuan pasti paham
Telingaku tidak tajam sudah
Aku…
Kartinah….
Buanergis Muryono Renungan Zaman Pada Duaribudelapanbelas Hari Keseratus Sebelas 09:55

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: