Ming. Apr 18th, 2021

Balada Gadis Setengah Darah

BALADA GADIS SETENGAH DARAH
—————————
Oleh : Fulan Az Zahwan

Judith sedang berkabung
berbaring kala mendung
pada tanah makam sang ibu
deru tangis membasah pilu

‘Di mana engkau, Papa?’
teringat sosok yang tak pernah ada
tiada benda maupun cerita
Judith terlahir tanpa marga
pada kejamnya perang melanda

Keindahan di antara penderitaan
rambut emas di balik hitam reruntuhan

Kini Judith telah dewasa
ia pergi mencari ayahanda
meski harus menyebrang samudra

Namun kecantikannya membawa petaka
semua mata tertuju padanya
memburu dengan paksa
jalang meremas mahkota

Terkapar pada geladak kapal
terkepung pria pria binal

Hilang sudah kesucian
hancur bersama semua tujuan
hujan lebat bercucuran
angin dan ombak berhamburan
Judith melompat pada kehancuran
sayang, ia terselamatkan
oleh lelaki muda menawan

Dalam perahu kecil penuh tembikar
‘Antarkan aku menuju mercusuar!’
malam itu sang pemuda tak punya pilihan
selain membawanya ke tempat tujuan

Menepi lalu membantunya berjalan
melewati karang dan bebatuan
menaiki tangga ke puncak bangunan

Judith berdiri di tepian
pemuda hanya diam memperhatikan
mungkin ada sedikit keraguan

Judith melihat ke belakang
mereka pun saling pandang
‘Terbanglah dengan sayapmu
engkaulah bidadari itu’
Judith pun melompat terbang
dan sang pemuda tersenyum pulang

Wonosobo, 7 Maret 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: