Ming. Jun 20th, 2021

Bayang-Bayang Klasik

Judul : BAYANG-BAYANG KLASIK
Genre : Haibun
Karya : Jakaria

Elok pelita malam asri bertabur kerlipan kejora. Rebahkan raga pada lapangnya buntala, menengadah pada nabastala di luasnya gagana. Lelana sukmaku dalam lawasnya cerita. Kala memori berkasih mesra bersama sang anggana. Namun, kini entah ia di mana dan bagaimana kabarnya.

Waktu kian larut membuaiku tetap terjaga, sejuk pawana pun semakin merasuk jiwa. Embun mulai hadir di pucuk pucuk ananta kusuma. Lenaku masih enggan beranjak dari kisah lama. Kisah cinta masa remaja yang tiada mungkin mampu terlupa. Meskipun arutala benderang menyadarkan adnyana, tetapi entah kenapa tetap terpatri dalam dada.

Aruna mengintip manja menandakan fajar tiba, terlihat biasnya pada permukaan érnawa. Tak terasa kuhabiskan waktu hanya dengan bernostalgia. desiran bayu menggelayuti pelupuk mata, seraya membelai menghantar alam imaji nuansa. Gerbang dimensi, mencumbu bayang-bayang klasik dengan mesra.

Pelita malam
Arutala benderang
Mencumbu bayang

JaPR1985Bogor, 10 Desember 2017

Catatan Kaki
Buntala : Tanah, Bumi, Jagat
Nabastala: Awang-awang, Langit
Gagana : Langit
Anggana : Perempuan
Pawana : Angin, Udara
Ananta Kusuma : Bunga berwarna-warni
Arutala : Rembulan
Adnyana : Akal, Pikiran
Aruna : Matahari, Sang Surya
Érnawa : laut, samudra

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: