Sel. Agu 3rd, 2021

“Bilur-Bilur Mimpi” Kumpulan Puisi Chendana Biru

Cinta Ini
*********

Karya: Chendanabiru

Serupa apa kita saling mencintai
Ketika rindu
Kadang seperti mimpi
Ketika canda sering berupa ilusi
Hingga membenihkan diksi
Di dalam puisiku yang pernah mati

Apakah cinta ini
Hanya imaji
Yang berkumpul dalam seribu barangkali
Lalu tersimpul di luar dimensi
Kau dan aku
Menyebutnya fantasi

Di mana Tuhan
Di manakah keberadaanNya
Di dalam rasa kita yang membahana
Haruskah kutampal logika
Agar cinta ini tumbuh akal
Dalam otak kita yang mengkal

Serupa apa cinta ini
Berlari tidak berhenti
Saling mengoyak tragedi
Yang pernah terjadi
Saling menyentuh kasih Sang Pemberi
Memberi dedikasi
Tentang hak hati
Yang tidak kita miliki

16052018, Dili, 1028am

[divider]

Wajah-Wajahku
*****************

Karya: Chendanabiru

Sembunyi dalam paras
Hitam putih wajah
Tak lagi berhias
Dengan persolekan indah
Yang menutup kisah-kisah
Berpura dalam luka yang merah

Simetri kata
Kita lipat bersama
Di wajahku yang sia
Di mataku yang buta
Tak lagi melihat cinta
Terpedaya

Segerombolan cahaya
Yang dibawa setan-setan
Sebagian hangat rindu
Dari neraka yang belum kutemu

Hati mencerca
Wajah ini terlalu nestapa
Tak lagi menggoda
Lebih kunyahan serigala mimpi
Yang menerkam jantung sepi
Saat dinihari
Belum juga mati

16052018, Dili,0906am

[divider]

Silangkata
***********

Karya: Chendanabiru

Malamkah yang kaku
Tidak bisa mengintaiku
Di antara dinding-dinding batu
Yang usang dipaku waktu

Ataukah rembulan
Hanya bisa menyisakan lebam
Dari lukanya yang tertikam
Oleh ranting musim yang tajam
Berlumuran darah kenangan

Mungkin juga kamu
Yang mati di sini
Telah hidup kembali
Sebagai lukisan sepi
Di dalam mata mimpi

Dan aku
Telah biasa begini
Menjadi sebuah teka teki
Yang tak pernah kau peduli
Menjadi silangkata rasa
Tanpa pembayangnya
Yang sudah lama
Tak bernyawa

15052018, Dili, 2028pm

[divider]

Pertanyaanku.
***************

Karya: Chendanabiru

Aku bertanya padamu
Saat senja gugurkan rindu
Dalam kelopak mataku
Yang kian sendu
Apakah pernah kau tahu
Tentang segaris luka
Terjadi oleh serpihan kata
Yang gagal memaknai cinta

Aku bertanya
Saat sepi mengerat tubuh waktu
Dan menjamu sunyi dalam ruhku
Mengunyah tulang-tulang mimpi
Yang berserakan
Lebihan santapan malam
Yang berwajah serigala hitam

Pernahkah kau tahu
Seberapa dalamnya kesunyianku
Hingga aku lemas
Menyelamatkanmu
Dalam tiap puisi sedihku
Yang bertinta kelabu

15052018, Dili, 1935pm

[divider]

Hujan Lagi
************

Karya: Chendanabiru

Lagi-lagi hujan
Membingkai di jendela kaca
Meramahkan kesepian
Yang dahaga dalam segumpal angan

Lagi-lagi kenangan
Yang dibawanya datang
Dalam bakul fikiran
Yang sesak dengan pertanyaan
Merumahkan segala jawapan
Kepada resah dan bimbang

Lagi-lagi aku
Yang terkapar dalam rindu
Menghitung rintik hujan itu
Menempias dalam dua netraku
Terseka oleh angin lalu
Di sapu jemari khayalmu

15052018, Dili, 1315pm

[divider]

Luka Ini
*********

Karya: Chendanabiru

Sejengkal rindu yang tak lagi merah
Mekar dalam tubuh cinta
Mengunyah jantung asmara
Menelan pedih dan airmata

Luka dulu sedang meratah
Parut lama kembali berdarah
Kenangan menjadi sajak hitam
Yang tersisa di bibir telanjang
Bersama seikat janjimu yang curang

Kesedihan ini yang paling kutakuti
Yang selalu kututup dari pintu mimpi
Selalu kutepis dalam sepi
Sedikit-sedikit ia mencaci maki
Merumahkan benci
Di tanah hatiku yang luka ini

15052018, Dili, 1130am

[divider]

Kau Yang Selalu
*****************

Karya: Chendanabiru

Selalu pagi yang indah
Menungguku bersama sapa hangatmu
Mengusir sepi
Yang selalu menjarah hati

Kini selalu
Aku dan kamu menyatu
Dalam kalendar waktu
Dalam keseharian
Merajut kemesraan
Tanpa batas pandang

Terima kasih
Karna sudi menjadi semua mimpiku
Menjadi ilustrasi kepada fantasi
Menjadi pahit manis untuk kopi
Menjadi aroma yang menyegarkan
Membilas semua kerinduan
Dan mematahkan segala kesunyian

15052018, Dili, 1229pm

[divider]

Persembahan Cinta
*********************

Karya: Chendanabiru

Terpedaya dalam percikan cahaya
Wajah usia yang menua
Di antara garis waktu kita
Aku hanya ingin membawa cinta
Sebagai pelepas dahaga

Tunggulah aku di sana
Ketika merak telah kehilangan megahnya
Pelepah-pelepahnya tak lagi berwarna
Tersihir oleh mantra sang pujangga
Mengasapi dada bulan yang gerhana

Akan kupersembahkan untukmu
Sedulang berahi asmara
Dari merah cumbu
Dan setangkai mimpi hitam yang lama
Untuk membunuh dosa
Kesilapan aku dan dia

15052018, Dili,0935am

[divider]

Rindu Yang Berhasrat
***********************

Karya: Chendanabiru

Meliuk rindu
Menjamah hati yang sendu
Menari di lantai berahi
Dalam segenggam diksi
Meniduri separuh nafsi
Dalam olesan merah ghairah
Mencumbui nafas-nafas mengah

Separuh mati
Fikirku telanjang di sini
Menikmati sejumlah angan
Tak tercapai oleh ingin
Geram menerkam bayang
Mencakar mimpi di ranjang

Aah, begitu payahnya Tuan
Melupakan semalam
Masih menggigit hatiku yang diam
Mengunyah sepi ini perlahan
Hadam dalam riuh khayal
Menggelitik di dada nakal
Melukis indah di geometri hasrat
Tak terbingkai sebaris harap

14052018,dili,1816pm

[divider]

Sajak Rindu
*************

Karya: Chendanabiru

Entah mengapa
Masih tentang rindu
Yang berdengung di ruang malam
Mencedok sesosok bayang
Yang melintas di wajah bulan
Melempar senyuman
Hingga halamanku dipenuhi butiran bintang
Yang bersajak tentang negeriku
Tentang anak-anakku
Dan tentang kamu
Yang menjadi tubuh pada tiap mimpiku
Selamat malam
Orang-orang yang kusayang
Esok mimpi ini akan kutempa
Menjadi kenyataan
Untuk kalian…

13052018, dili,2327pm


 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: