Ming. Jun 20th, 2021

Bukan Aku Yang Memesan Hujan Batu

Lebih seringnya begitu, ketulusan dibayar dengan kepedihan
Itu menurutku
Atau jangan-jangan ini bukan cinta melainkan nafsu
Itu juga menurutku

Barangkali aku keliru menafsirkan beberapa keadaan
Tetapi firasatku jarang berlawanan
Iya, ini sudah yang kesekian kalinya, kan?
Dan kaupun masih seperti yang dulu

Sekali duakali aku masih perkasa
Tetapi kodratku adalah wanita
Bertubi-tubi kau hujamkan pada luka yang sama
Haruskah aku memilih setia?

Ini bukanlah rindu
Juga bukan restu
Inilah pilu

Siapakah yang memesan hujan batu?

 

By : Hening Andriastuti

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: