Kam. Sep 29th, 2022

Bunuh Diri / Suicide

Ada 5 tahap manusia akan bunuh diri :

1. Denial / Penolakan
2. Anger / Kemarahan
3. Bargaining / Toleransi
4. Depression / Depresi
5. Acceptance / Kepasrahan

suicide
1. Denial / Penolakan
Dalam tahap ini pelaku merasa tidak rela atas semua kejadian berat yang menimpanya. “Aku tak mau ini terjadi!!”, “Ini tidak mungkin terjadi padaku!”, “Tuhan, kenapa Kau lakukan ini padaku?!” dll. Bahkan dalam suatu kasus ada yang tidak menerima istrinya mati dan saat makan malam dia mengatur kursi dan meja makan seperti saat istrinya masih ada, kemudian dia berakting seakan – akan istrinya masih ada di depannya. Tak ada air mata di tahap ini. Bahkan dalam tahap ini belum ada pemikiran sama sekali untuk bunuh diri.
2. Anger / Kemarahan
Amarah, kita sering sekali tidak bisa menahan amarah, seperti para pelaku bunuh diri kebanyakan, sering mengumpat kepada Tuhannya sendiri, ada pula yang mengamuk memporak porandakan kamarnya sendiri. Ini terjadi biasanya karena pelaku merasa marah tetapi tidak tahu mau marah dengan siapa. Semisal orang yang dia sayangi meninggal, dia tidak bisa mengungkapkan kemarahannya kepada siapapun termasuk kepada Tuhan. Ketidak berdayaan inilah yang membuatnya marah kepada diri sendiri dan menyakiti diri.
3. Bargaining / Toleransi
Bisa juga disebut tawar menawar. Pada tahap ini pelaku sering melakukan tawar menawar yang tidak masuk akal, misalnya melakukan kesepakatan dengan Tuhan, “Tuhan, aku berjanji akan berubah menjadi orang baik, tapi tolong selamatkan anak saya” atau “Tuhan, biarlah aku yang menggantikan posisi istriku di UGD” Ya, tawar menawar ini bisa terjadi saat kehilangan atau sebelum kehilangan. Ada pula yang melakukan penawaran pada pacarnya agar tidak meninggalkannya dan berjanji akan berubah, dan saat pacarnya tidak menghiraukannya dan tetap saja pergi, kemungkinan untuk bunuh diri lebih besar.
4. Depression / Depresi
Perasaan putus asa, frustrasi, kepahitan, mengasihani diri sendiri, berkabung, kehilangan orang serta harapan, impian dan rencana untuk masa depan, merasa kurangnya kontrol, tak tahu lagi mau berbuat apa, ini sangat dekat dengan membunuh diri sendiri. Tahap ini sering sekali tidak kita sadari, bagaimana jika depresi itu terselubung? Apakah anda pernah merasa melakukan sesuatu yang biasanya menyenangkan dan sekarang tidak menyenangkan lagi? Pernahkan anda merasa ingin marah tapi tidak tahu sebabnya? Atau pernahkan anda merasa anda adalah orang tidak berguna meski sedikit? Kalau iya berarti anda mengalami depresi terselubung, dan itu hanyalah sebagian kecil dari tanda – tanda depresi terselubung. Jika ini terjadi, coba anda ingat – ingat kembali apakah 3 tahap di atas pernah anda alami, jika iya jangan sampai anda masuk ke tahap nomer 5.
5. Acceptance / Kepasrahan
Ini adalah tahap terakhir, sebagian orang tidak akan sadar kalau dia sudah sampai ke tahap ini. Kelihatannya normal, pasrah, tidak ada penolakan, tidak ada amarah, rasanya kosong, pelaku akan sadar bahwa yang dilakukan sia – sia dan percuma. Dia akan bisa lebih menerima rasa kehilangan itu, mungkin dia malah bisa menikmati rasa sakit itu. Saat istri meninggal, dia tahu istrinya benar – benar meninggal, saat pacarnya pergi dengan orang lain, dia tahu bahwa itu memang seharusnya terjadi. Dia bisa saja mengundurkan diri atau mengurungkan niat untuk bunuh diri, tapi sayangnya perasaan yang timbul saat mengurungkan niat dan akan bunuh diri itu sama saja. Dalam tahap ini seseorang akan menggantung lehernya, menembakkan pistol ke kepalanya, atau memotong nadinya dan masih banyak cara lain lagi yang semua itu dilakukan begitu saja seperti tanpa niat tanpa aba – aba dan tanpa melihat tujuan.
Lalu apa Anda memiliki keinginan untuk bunuh diri???
Jika Anda menjawab Tidak, berarti Selamat karena Anda memasuki tahap nomer 1. Penolakan
by Angga | Anurraga

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: