Ming. Apr 18th, 2021

BUSUR HUJAN 

BUSUR HUJAN
============

Untuk apa hujan jika tak ada kehidupan
Aku tatap awan untuk menunggu kematian

Cahaya merah menjadi biru kelam
Tanpa celah di langit bintang pun padam
Pada amarah yang takkan pernah karam
Lautan mendarah menghampar menghitam

Jutaan anak panah melesat tajam
Sang busur bersembunyi di dalam malam
Pengecut tak ada sedikitpun keindahan
Tak berguna kecantikan dalam kegelapan

Gerimis hanya wujud keputusasaan
Tak ada lagi yang bisa aku lakukan
Hujamkan lagi dan kau kan kusimpan
Penjahat perang sebagai tawanan

Pada pulau yang hampir tenggelam
Selayaknya kau kuperlakukan
Selama kau bisa bertahan diam
Sampai kapanpun akan kupaksakan

Tak perlu lagi untukmu berkorban
Tak usah kau selalu mendustakan
Kata yang akan kau ungkapkan
Adakah makna yang terpendam

Jikalau bukan karena harapan
Percuma kini walau kau ucapkan
Mengertilah dan pikirkan
Sebelum engkau katakan

Pasti akan aku maafkan
Meskipun selamanya hujan

24.01.2017 | 09.39
Puisi by Angga I. Anurraga a.k.a Simon Salvatore Maranzano
Photo by Simon Salvatore Maranzano
Model : Pupput Ragil Siswodjoyo

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: