Kam. Nov 21st, 2019

Bystander Effect

Bystander Effect adalah fenomena sosial di bidang psikologi dimana semakin besar jumlah orang yang ada di sebuah tempat kejadian, akan semakin kecil kemungkinan orang-orang tersebut membantu seseorang yang sedang berada dalam situasi darurat di tempat kejadian itu. Seseorang lebih cenderung untuk melakukan pertolongan jika ada sedikit atau bahkan tidak ada orang lain.
Bibb Latane dan John Darley menemukan fakta bahwa jumlah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengambil tindakan dan mencari bantuan sangat bervariasi tergantung pada berapa banyak orang yang berada di tempat kejadian tersebut.

bystrayer effect
Photo : Youtube
Fenomena Bystander Effect sudah muncul sejak dahulu pada saat terjadi pembunuhan terhadap seorang wanita muda bernama Catherine “Kitty” Genovese. Pada Jumat 13 Maret 1964, Genovese 28-tahun, ia diserang dan ditusuk oleh seorang pria ketika pulang kerja ia menuju apartemennya, yang belakangan pria itu diketahui sebagai Winston Moseley, kekasihnya.
Genovese berteriak meminta bantuan, tetapi tidak ada selusin orang di apartemen itu yang mendengar tangisannya menelepon polisi untuk melaporkan kejadian tersebut. Serangan itu terjadi pukul 3:20, tapi pada pukul 3:50 baru ada seseorang yang menghubungi polisi. Lalu apa yang terjadi selama 30 menit setelah penusukan itu? Itulah Bystander Effect. Seseorang cenderung menganggap orang lain yang ada di tempat kejadian itu akan memberikan pertolongan kepada Genovese, sayangnya orang lain pun beranggapan sama, sehingg terjadi keterlambatan untuk menolong si korban.
Ada dua faktor utama yang berkontribusi terhadap Bystander Effect. Pertama, kehadiran orang lain menciptakan difusi tanggung jawab. Adanya orang lain, seseorang tidak merasa banyak tekanan untuk mengambil tindakan pertolongan, karena tanggung jawab untuk mengambil tindakan itu dianggap akan menjadi tanggung jawab dari semua orang yang ada dalam keadaan darurat tersebut.
Alasan kedua adalah kebutuhan untuk berperilaku dengan cara yang benar dan dapat diterima secara sosial. Ketika orang lain gagal untuk bereaksi, seseorang sering memvonisnya sebagai tindakan yang tidak diperlukan atau bahkan tidak sesuai. Penonton akan campur tangan jika situasinya ambigu. Dalam kasus Kitty Genovese tadi, banyak dari 38 saksi mata melaporkan bahwa mereka sedang menyaksikan “pertengkaran kekasih,” dan tidak menyadari telah terjadi pembunuhan.
Source: (Social.Psichology)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: