Cara Jitu Agar Anak Pintar

0
202
Seringkali sekolah atau lembaga pendidikan  menjadi pihak yang harus memikul tanggung jawab yang besar manakala anak-anak mengalami masalah baik di sisi akademik ataupun non akademik. Anak menghabiskan kurang dari 15 % dari waktu mereka di sekolah dan tidak ada keraguan bahwa sekolah adalah penting, tetapi orang tua ternyata memegang peranan yang jauh lebih penting misalnya orangtua terlibat dalam memeriksa PR, menghadiri pertemuan atau acara sekolah dan membahas kegiatan sekolah di rumah, hal ini memiliki pengaruh yang lebih kuat pada anak untuk berprestasi di bidang akademik. Studi lain membuktikan bahwa orang tua membacakan cerita dengan suara keras , bertemu dengan guru dll memiliki dampak yang lebih besar pada prestasi pendidikan anak-anak mereka.

Penelitian ini juga mengungkapkan sesuatu yang lain, bahwa orang tua, dari semua latar belakang, tidak perlu membeli mainan pendidikan yang mahal atau perangkat digital memberi mereka keunggulan. Mereka tidak perlu mengantar anak mereka ke kelas-kelas pengayaan atau kursus. Apa yang harus mereka lakukan dengan anak-anak mereka jauh lebih sederhana yaitu bicara.
Sebagai contoh, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di UCLA School of Public Health yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa percakapan antara orang dewasa – anak secara dua arah akan enam kali lebih ampuh dalam meningkatkan perkembangan bahasa. Percakapan timbal balik akan memberi anak-anak kesempatan untuk mencoba bahasa untuk diri mereka sendiri, dan juga memberi mereka pengertian bahwa pikiran dan pendapat mereka sangat diperhatikan. Saat mereka tumbuh dewasa , perasaan ini membantu anak-anak menengah dan kelas atas berkembang menjadi pendukung tegas untuk kepentingan mereka sendiri, sedangkan siswa kelas pekerja cenderung menghindari meminta bantuan atau berdebat kasus mereka sendiri dengan guru.
Isi percakapan orang tua dengan anak-anak juga berdampak sangat besar. Anak-anak yang mendengar pembicaraan tentang penghitungan dan angka di rumah, mereka akan memiliki pengetahuan Matematika jauh lebih luas. Dalam penelitian itu juga menemukan bahwa jumlah bicara anak-anak, mendengar tentang sifat spasial dari fisik – bagaimana dunia besar atau benda kecil atau bulat atau tajam – diyakini akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak-anak saat mereka mempersiapkan diri untuk memasuki taman kanak-kanak.
Anak-anak yang terlibat dalam percakapan semacam ini akan memiliki dampak yang lebih besar pada prestasi pendidikan dibanding mengajak anak ke tempat les atau bahkan mengajak anak ke perpustakaan dan museum. Jadi, berhentilah membebankan secara total pendidikan anak-anak kepada pihak sekolah tetapi mulailah untuk membuka komunikasi efektif pada untuk membangun kemampuan berbahasa sekaligus kognitif mereka sehingga akan tumbuh menjadi anak pintar. Yuk!

Tinggalkan Balasan