Rab. Jun 3rd, 2020

Celoteh

Image Source : www.wattpad.com

Ruang ini lupa merias dirinya agar indah ketika ada yang kembali. Dawai gitar yang mulai patah satu-satu hingga menyisakan kosong dan membuat hati sekarat. Rindu pada petikan malam untuk menimang getir menjadi cinta yang ganjil, menjadi kisah yang tak melulu bungkam disekap bantal-bantal kamar.

Sebuah buku membuka halaman kosong dan memaksa pensil menuliskan perjalanan. Rautan yang rusak mencegah huruf untuk memasuki dunia yang bukan urusan untuk dibaca oleh waktu yang sempat kau tunjuk dengan angka. Angka-angka dua, tujuh, lima, setahun, seabad hingga kalkulasi tak lagi berarti.

Segalanya buram dalam pandangan yang sesempit pecahan kaca. Memantulkan keinginan dan nyali yang hanya ditertawakan latah lalat. Kau rupanya tertawa juga dengan gelap yang menghitami hari-hari setelah kepergian dan kedatangan sekelebat mata. Lalu sempurna sudah kejanggalan menjadi awal celoteh.

2016.
Karya Erna Neong

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: