Ming. Apr 18th, 2021

Dha-kon

Konteks “sederhana” sangat erat dengan perrmainan tradisi ini. Dalam proses berjalannya waktu permainan ini menjadi yang terlihat seperti saat ini dengan lubang “isian” ganjil 5, 7 dan 9 menandakan permainan ini sangat digandrungi pada jamannya (hingga kini?) sebagai pengisi waktu senggang dan mengasah pikiran.

13815048_1772214236354845_1422599934_n

Dua pemain mengawali permainan bersama-sama, dan salah satu tidak akan melanjutkan bila biji isian terakhir masuk ke lubang isian yang kosong, sedang bila masuk ke lumbung pemain berhak memilih dari lubang isian untuk dijalankan.
Dari konteks ini permainan dakon memberi kesempatan sama untuk memulai, tidak dengan tos, dadu atau “pingsoet”. Begitupun dalam hidup semua punya kesempatan yang sama di kehidupan.

Inti dari permainan dakon adalah membiasakan “jujur” dalam setiap langkah mengisi lubang-lubang kehidupan, bisa saja si pemain berbuat sebaliknya dan sangat dimungkinkan karena biji isian tergenggam tangan berjalan mengisi satu persatu lubang satu biji. Begitupun dalam hidup, kita setiap saat diberi pilihan untuk jujur atau sebaliknnya.

13819589_1772214349688167_89434657_n

Lumbung memiliki arti tabungan untuk dinikmati kapanpun, di saat kita hidup dalam bentuk ketenangan dan rasa syukur, atau tabungan di hidup kekal kelak, sebaliknya berlaku kalau kita tidak jujur.

Itulah “falsafah niti ngisi urip kanti gemati”, meniti hidup harus diisi sungguh-sunggu dengan hati. Sabar, rendah hati agar iri dengki dan dendam tidak menyelimuti hidup dikehidupan.

13819535_1772214296354839_2129745680_n

Dengan melihat langkah teman sepermainan, kita diminta untuk sabar, melihat hidup dan merekam kemudian mengambil yang terbaik dalam konteks selalu membagi hal-hal baik saat menjalani hidup di kehidupan dengan isian yang tulus dan jujur, karena hanya si pemain dan Gusti yang tahu.

13814536_1772214529688149_528832846_n

Pada akhirnya permainan dakon itu sendiri melatih si pemain agar membiasakan diri dalam hidup, untuk membiasakan hidup jujur, berbagi tulus dan menghargai siapapun, apakah antar pribadi, dalam keluarga, kantor, dan di kehidupan.

13819535_1772214296354839_2129745680_n

Dakon adalah sikap hidup yang harus dibiasakan dalam hidup di kehidupan agar lumbung menjadi tabungan rasa syukur saat kita hidup untuk tabungan di kehidupan nanti.

Semoga.

Hendro-Yogie a.k.a Galeri Warangka Jati.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: