Jum. Apr 10th, 2020

Do’a Karpet Plastik

Photo by Juni Widhi Antoro

Memang tak bisa kuperdayai rindu agar tunduk pada jarak. Seperti buta meski ku bilang gila pun masihlah sopan. Aspal lengang kudapati di sepanjang jalan menuju, hanya lampu merkuri membuat tegas bayang-bayang. Jika sedikit saja aku bisa berpaling, pesta akan ku gelar di halaman rumah. Kau ku undang sebagai tamu yang ku perkenalkan pada sisa usia.

Janganlah kau selalu koyak oleh malam-malam yang kau biarkan sendiri. Aku ada di sini meski kau ada di mana-mana. Jadi di mana kau? Tunggulah aku jangan kemana-mana sebelum ku kecup bibir basahmu hingga lemas dan aku bebas bersenandung.

Harus ku ceritakan sebuah kisah yang tertinggal di bukit bintang itu, yang kau genggam tiang penjaga gubuk dengan napas yang tak jemu mengucap semoga. Semoga di semogakan apa yang telah di catat karpet plastik dan meja kayu. Semoga.

Bali-wsb, 01 Juli 2016
Erna Neong

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: