Rab. Des 11th, 2019

Genoveva Manohara | Kidung Rindu

001
PULANGLAH

Pada rindu yang mengawan di langit pagi
Pulanglah pada pemilik rasa
Karena aku telah begitu lelah menunggu untuk bertemu

Telah kutelusuri ribuan jejak kelomang
Istana pasir telah lumat dihantam air pasang
Pulang …
Pulanglah …
Aku sudah tidak peduli
Karena aku sudah tidak punya asa untuk sekedar menambatkan perahu kehidupan

Dan aku pun akan pergi
Itu pasti
Bersama cinta yang tersisa di dada

Gk, 29181112
(Genoveva Manohara)


002
SUJUD SYUKURKU

Kala sukma menyembah Allah
Dengan penuh cinta dan ikhlas
Bersama dupa yang mengawan
Membawa serta doaku
Tersungkur dalam pangkuan-Mu

Sujudku adalah syukurku
Kepadamu penuh khidmat
Yang maha segala, maha sempurna
Adalah seruku mengagungkan-Mu
Khusyukku tengadahkan tangan
Ikhlas memohon ampun-Mu
Dalam hening malam yang syarat dengan kidung pujian
Tuhan …
Ijinkan kuberteduh di bawah kasih-Mu
Berpegang iman dan syukur dalam menjalani semua kehendak-Mu
Bawa serta raga ini menghadap-Mu
Karna aku tercipta oleh-Mu
Akan kembali ke mana kalau tidak pada-Mu
Tuhan …
Ampunkan segala dosaku

Gk, 20181115
(Genoveva Manohara)


003
AKU MASIH PUNYA HARGA DIRI

Pada jiwamu yang retak telah kusemaikan sebait rindu
Pada lebam hatimu telah kutitipkan rasa
Biarlah cinta ini
Kubaitkan pada puisi bisu
Bukan untuk kau mengerti
Tapi untuk kumiliki

Bukan salahmu kalau semua harus berakhir seperti ini
Tapi salahku telah menabur benih
Pada musim yang keliru

Lalu …
Haruskah aku mengiba sedekah cinta padamu
Kupikir perjuangan masih panjang
Butuh waktu dan pengorbanan
Burung masih bernyanyi
Narapidana masih memiliki senyum
Dan aku masih punya harga diri

BE, 20181122
(Genoveva Manohara)


004
RINDUKU

Rinduku menari di ujung pena
Meluap luap penuh garis nelangsa
Hitam buram tergambar dengan nyata
Rinduku terdampar pada kertas lusuh tak berjiwa

Rinduku segambar karyaku
Pada kanvas nila dengan goresan luka
Terpampang pada figura tua
Dengan kayu lapuk dimakan usia

Rinduku tak pernah luntur
Meski derai air mata membanjiri
Yang meluap dari samudra dusta dan luka
Rinduku tetap terjaga utuh untukmu

Gk, 20181130
(Genoveva Manohara)


005
IKHLAS

Kusembunyi di balik punggung rindu
Memandangmu dari balik tirai bening
air mata perlahan jatuh bergulir
Menuruni lereng tua pipiku

Kembali aku harus melihatmu melangkah jauh
Meninggalkanku dalam kabut hitam
Dengan hati penuh luka lebam
Tanpa sempat ucapkan salam perpisahan

Bila nanti diantara lelah langkahmu
Tak kau temukan tempat berlabuh
Kembalilah pada pelabuhan tua yang teduh
Tempat kau melepas sauh
Dan pasti kau kan kurengkuh

Gk, 20181217
(Genoveva Manohara)


006
PAHLAWAN CINTA TANPA TANDA JASA

Ibu
Kalau saat ini aku jadi wanita perkasa mampu menjelajah seluruh negri
Kuyakin semua karena ASI yang kau tetekkan saat aku masih bayi
Menjadi darah yang mengalir di tubuhku membuatku mampu tegap melangkah meski beban hidup bergelayut di pundakku

Ibu
Kalau saat ini anakmu tetap tegar berdiri di tengah badai hidup
Kuyakin semua karena ajimat doa yang kau kalungkan di leherku
Yang tiap malam kau baca mantra kidung puja
Mengetuk pintu sorga menyebut namaku tanpa mengenal kata menyerah

Ibu
Kalau saat ini aku mampu mengasihi
Aku yakin karena bejana hatiku telah penuh meluap oleh kasihmu
Darimu Ibu aku belajar untuk mencintai dengan tulus
Darimu Ibu aku belajar memberi tanpa pamrih
Darimu aku belajar memaafkan tanpa membangkit bangkit

Terimakasih Ibu
Untuk jalinan kasih yang kau tenun untukku
Untuk untaian doa yang selalu kau langitkan sebagai penopang di setiap langkahku

Ibu
Kaulah pahlawan cinta tanpa tanda jasa

Gk, 20181222
(Genoveva Manohara)


007
MEMUPUS ANGAN

Bulan pucat menangis di sudut malam
Bersenandung pilu dalam irama deras hujan
Daun daun menggersah dibelai angin nakal
Mengalun tembang lara dalam nyanyian jangkrik
Yang mengaitkan sungut pada bukit rindu
Ada kerahasiaan yang samar
Kesunyian mencekam dan menggelisahkan
Seperti detak jantung yang resah di dada

Padam sudah api cintaku
Kusiram nyala rindu dengan tetesan air mata pilu
Kupupus angan dan harapanku
Kutenggelamkan dalam duka yang bisu
Tandas sudah air mataku
Kularutkan dalam isak sedu
Harus kupupus semua anganku
Biarkan hilang dalam gelap bayangmu

Gk, 20181223
(Genoveva Manohara)


008
CEMBURU

Duh, mengapa rindu ini tak jua mau menepi
Rindu datang menyergap
Kudekap bayangmu dalam perih yang pekat

Kuhardik cemburu yang mulai mengusik tegarku
Menyusup dalam hati
Memukul bertubi tubi

Dan tetap saja tangisku pecah
Tatkala melihatmu bercumbu

Ah, sudahlah
Tak perlu isak tangis itu
Biarlah tak usah cemburu

Uh, aku mulai menata hati
Aku sadar diri
Aku tak punya arti
Akulah si pungguk merindukan bulan

Gk, 20181224
(Genoveva Manohara)


009
KIDUNG RINDU

Aku menemukan bayangmu
Pada gelap malam yang berbalur sepi
Di antara riuh angin yang berbisik
Kidung rindu mengalun pilu
Menggema dari pelataran hati lembah sunyi

Dalam duduk diam kumerenda hati
Kusulam janji sambil menghitung hari
Berpuluh purnama kulewati sendiri
Kutabur mimpi pada semak rindu hati

Kekasih
Aku masih di sini bila engkau kembali

Gk, 20181226
(Genoveva Manohara)


010
DESEMBER

Pada rintik hujanmu Desember
Kutitipkan sepotong hati
Yang penuh lubang rindu
Dengan luka lebam tergores nelangsa
Tanpa teriak kecewa dan tetesan air mata

Pada dinginmu Desember
Kupajangkan sebuah nama
Yang padanya kusulam cinta dengan benang sutra ungu
Kubingkai dengan rindu yang menggebu
Biar semua orang tahu
Padanya kutaruh seluruh hasratku

Pada senjamu Desember
Kutuliskan cerita nestapa
Tentang cinta yang terbagi
Tentang rindu yang tak terperi
Namun tetap memberi arti
Dan kusimpan abadi sampai akhir nanti

Gk, 20181228
(Genoveva Manohara)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: