Ming. Jun 20th, 2021

“GORESAN-GORESAN RINDU” kumpulan puisi Chendana Biru

Menghirup Malam
——————————

Karya: Chendanabiru

Selarut ini malam
Aku masih menjadi jalang
Meneguk buih kenangan
Yang tersisa di cangkir cumbu semalam

Tanpamu datang
Gelisah mencakar ruang
Gelitik ingin yang kejam
Merobek jantungku yang telanjang
Menguncur keringat kelelahan

Aku tersengal
Ini bukan binal
Ini perkasihan kita yang mahal
Yang tak pernah aku kenal
Telah aku nikmati bersamamu
Walau tak pernah bertemu

Kini aku mencari
Di lorong-lorong gelap malam
Apakah kau ada di situ
Dalam bayangan wajah bulan
Yang menempiasi jalan
Di antara kereta yang lalu-lalang
Dan neon yang hampir padam
Aku mendesak diri untuk pulang

26052018, Dili, 2136pm

[divider]

Berhentilah
—@@@@—

Karya: Chendanabiru

Jangan tenggelamkanku dalam sepi
Ini lebih dari mati
Rindu akan menderhakai hati
Daging-daging benci bisa tumbuh
Dalam luka ini

Berhentilah mendiami kenangan
Aku masih kenyataan
Masih berlaku dalam percintaan
Yang kau kurung dalam diam

Apakah aku menjadi buku
Untuk kau simpan di tempat berdebu
Setelah sulit untuk kau baca
Kau biarkan di sana
Di rak kecil yang lama

Kemarilah
Tunjukkan padaku
Sebenar cintamu
Yang bisa melangkaui jarak waktu
Bisa merentasi rumit diriku
Aku sedang memahamimu
Dengan seluruh airmata dan rindu

26052018, Dili, 1948pm

[divider]

Masih Tetap Sama
——@@@@@——-

Karya: Chendanabiru

Tak pernah mengusang rindu ini
Dibelai kesepian
Ditimang kesedihan
Dibujuk oleh mimpi-mimpi buruk
Menerkam bagai serigala hitam
Membuat mata ini tak bisa pejam

Selalu mengenang
Dalam sekian banyak pertanyaan
Di benak fikiran
Merangkai semula cerita manis kita
Menjadi seikat kembang
Yang akan kupersembahkan
Suatu saat di sebuah pertemuan

Barangkali kau di sana
Sedang merasa kerinduan yang sama
Yang tak bisa kau ucapkan dengan kata
Laksana pisau membelah dada
Pedih menjahit
Ngilu menggigit

Untuk satu hal yang tak perlu kau tahu
Seperih mana jiwa memerah airmata
Rindu ini tidak bisa lekang lagi
Menjadi teman hati
Sementara menunggu untuk bertemu lagi
Walau cuma di dalam mimpi

26052018, Dili, 1824pm

[divider]

Rejim Rindu
************

Karya: Chendanabiru

Aku digumuli rindu
Kehausan berbaur pilu
Dahaga mengoyak semua lukaku
Malu menelanjangi hati
Hingga malam menyingkap dinihari
Aku tertiarap sendiri
Berlumur sepi

Gambar-gambarmu
Berselerak di sana sini
Basah oleh airmata
Yang menganak sungai pipi
Hancur dicumbuiku
Bertubi-tubi

Puisi-puisi yang kutulis
Terlempar renyok di kaki
Tak terbaca lagi
Tangisku penuh di bibir
Merintih dan mencibir
Nyinyir

Sehingga mata ini letih
Terlena dalam sedih
Hati masih bertanya
Di mana kau, kekasih?

26052018, Dili, 1335pm

[divider]

Kau Tetap Kekasihku
———————————-

Karya: Chendanabiru

Aku tidak pernah meninggalkanmu
Walau sejengkal waktu
Tak pernah jauh dari hatimu
Dan seandainya bisa kau temui aku
Yang masih teguh berdiri di situ
Pasti saja kau tahu
Rindu tidak pernah terbunuh
Tidak bisa mati
Hanya kerana benci

Sayangnya
Aku terlayang-layang
Tidak jejak di perasaan
Dan kau mengasumsiku tak lebih dari khayalan
Mimpi-mimpi yang tak kesampaian
Hanya sebagai bintang di langit malam

Dan kau padaku
Tidak ada yang lain lagi
Rasa ini telah kau maklumi
Sejak fajar menjejak kaki
Hingga siang disibak mentari
Dan jam yang berlari-lari
Angin ke sana-sini
Musim silih berganti
Senja selalu menukar warna
Kau tetap serupa
Tetap selamanya menjadi cinta

26052018, Dili, 1241am

[divider]

Kau Kekasihku
*****************

Engkau tetap kekasih
Yang tak pernah kesal aku pilih
Di antara hitam dan putih
Aku mencampurkannya sebagai jernih

Kulukis engkau dengan rindu
Sebagai potret hatiku
Menjadi cermin waktu
Untuk melihat aku
Yang selalu berwajah seribu

Kutulis engkau sebagai cinta
Lahir dari rahim tinta
Kupuisikan sebagai nyawa
Untuk hatiku yang sudah mati
Telah bisa kau hidupkan kembali

Kubaca engkau sebagai cumbu
Di atas merah bibirku
Mengulum tiap sepi
Mendatangi tiap mimpi
Menyudahi angan berahi

Kini kusimpan engkau di sini
Sebagai kekasih abadi
Di secuil ruang hati
Yang masih suci
Takkan pernah terganti
Walau Mei ini
Berkali-kali pergi

Cb
25052018
Dili, 2045pm

[divider]

Kehilangan
*************

Karya: Chendanabiru

Mencermin rindu
Pada bulir embun di mataku
Wajahmu yang kini enggan
Kian suram kelihatan

Lalu kupejam
Dalam nafas tertahan
Membuat keputusan
Mencabut akar segala rindu
Menariknya dari kedalaman kalbu

Kupaksa
Kurelakan jiwa
Terbunuh sementara
Mati tidak lama

Ini kunikmati saja, kekasih
Luka yang tak seberapa
Paling juga
Ia hanya sakit
Untuk sepanjang usia
Selebihnya
Aku cuma
Kehilangan rasa!

25052018, Dili, 1223am

[divider]

Airmata
*********

Karya: Chendanabiru

Kujumpa airmata
Pada tangkai embun
Tertinggal pada daun
Barangkali terbit dari luka bulan
Yang gegas ditinggalkan malam

Kubawa ia pulang
Kusarungkan di jari kenangan
Esok, bila kau datang
Kau bisa lihat betapa kesedihan
Telah membuat kematian
Pada setetes airmata
Yang selalu merinduimu, Tuan

25052018, Dili, 0830am

[divider]

Aku Dan Bulan
****************

Karya: Chendanabiru

Aku lelah dirayapi kesepian
Di malam-malam kelam
Tanpa cahaya
Bulan telah buta
Sinarnya dicuri lampu-lampu kota
Wajahnya merongga
Senyumnya hanya tinggal kerangka

Ingin aku mengajakmu ke sana
Melihat betapa kejamnya mereka
Menari dan berpesta
Aku di sini menderita
Menanggung  rindu yang luka
Bulan juga tersiksa
Dipaksa gerhana

Namun bagaimana
Aku bisa mengajakmu
Kau tidak lagi menjadi aku
Kita telah bercerai rasa
Luka ini bukan milik sesiapa
Melainkan aku dan bulan
Saling menadah airmata

24052016 , Dili, 2135pm

[divider]

Kemarau
***********

Karya: Chendanabiru

Dari kelmarin aku masih di sini
Waktu sudah longlai di wajah mentari
Kemarau ini begitu sepi
Jam berlari ke sana sini

Jarumnya berkelana
Merubah angka-angka
Cuba meminjam musim
Dari mimpi segala angin

Pohon-pohon kering tertawa
Ranting-ranting jatuh ke tanah
Bunga kering bergincu darah
Di dahan yang rekah
Bagai perawan yang murah
Meminta sedekah
Secuil nafsu serakah

Kemanakah hujan
Begitu sombong gerangan
Tanah memeluk sedih
Memanggil lirih
Embun kian letih
Di mata bulan yang putih
Menjadi airmata untuk kekasih

24052018, Dili, 1737pm

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: