Sab. Okt 1st, 2022

Hari Kidal Sedunia

13 Agustus adalah Hari Kidal Sedunia. Hari perayaan untuk 10% penyandang kidal yang seringkali dipandang sebelah mata oleh 90% orang normal meski anggota tubuh lainnya normal dan simetris, tetapi mereka dianggap tidak proporsional, padahal sejarah mencatat bahwa beberapa pelukis mengukir karya besar mereka dengan menggunakan tangan kirinya.

Para peneliti dalam perkembangan terakhir ini memiliki sejumlah teori tentang penyebab terjadinya kidal tetapi mereka tidak memiliki alasan mengapa manusia adalah satu-satunya spesies dengan kemungkinan kidal. Sebuah teori menyatakan bahwa hormon testosteron yang berlebih di dalam rahim dapat meningkatkan kemungkinan kidal. Teori lain menjelaskan bahwa ketika bayi dalam rahim lebih sering memasukan tangannya ke mulut juga akan menyebabkan kidal.
Terlepas dari penyebab dan pemicunya, kidal akan sangat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain. Otak menjadi asimetris, banyak pemikiran dan keterampilan intelektual berpusat di otak kiri, sementara emosi dan suasana hati terkonsentrasi di sebelah kanan. Beberapa studi, misalnya, menemukan bahwa orang kidal cenderung lebih rentan terhadap emosi negatif seperti depresi dan kemarahan.
Sebuah percobaan yang menarik dilakukan dan hasil percobaan itu menunjukkan bahwa orang yang mengepalkan tangan kanan mereka sebelum menghafal kelompok kata yang mengaktifkan otak kiri ternyata mereka dapat melakukan hafalan dengan lebih baik daripada mengepalkan tangan kanan mereka (otak kiri adalah rumah bagi lobus dari hipokampus, pusat memori otak, yang bertanggung jawab untuk autobiography recall atau ingatan kehidupan pribadi, sedangkan hipokampus kanan terkait pada memori spasial atau merekam informasi).
Para ilmuwan juga menemukan bahwa orang kidal lebih rentan terhadap rasa takut dan gangguan stres pasca trauma. Tetapi hal tersebut tidaklah mutlak sehingga para penyandang kidal tidak akan melakukan bunuh diri ketika mengalami gangguan emosional. Para ilmuwan juga menemukan bahwa orang kidal memiliki otak yang lebih simetris antara otak kanan dan kiri dibandingkan dengan orang normal. Hal itu memiliki implikasi terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan bahasa daripada ketrampilan motorik.
“Kebanyakan orang atau bukan penyandang kidal memiliki kecenderungan hemisfer kiri yaitu hemisfer yang mempunyai arti penting mengenai bahasa, berperan untuk fungsi memori yang bersifat verbal.” kata Dr Daniel Geschwind, seorang profesor neurologi, psikiater dan genetika manusia dari University California, Los Angeles. Itu berarti sebagian besar pengolahan bahasa mereka terjadi di otak kiri.
Hal ini memiliki keuntungan, terutama setelah stroke. Pasien stoke bukan penyandang kidal yang menderita stroke di otak kiri akan lebih lambat dalam memulihkan kemampuan berbicara daripada penyandang kidal, karena mereka tidak memiliki distribusi jaringan bahasa yang lebih luas di kedua sisi otak. Dengan memiliki kemampuan bahasa yang lebih terdistribusi akan membuat sistem yang lebih rumit sehingga dapat meningkatkan perkembangan yang baik terhadap kelainan atau gangguan saraf.
Kidal merupakan penanda bagaimana otak diatur dengan cara lebih simetris. Dan penyandang kidal boleh merayakan perbedaan mereka dari orang lain, yaitu kurangnya perbedaan antara otak kanan dan otak kiri yang mereka miliki.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: