Sab. Mei 8th, 2021

Hujan Pagi

HUJAN PAGI
Chendanabiru

Hujan sepagi ini
Tumpah dalam secangkir kopi di meja sepi
Ada isak di pinggir bibir
Bergetar menahan rintih
Lirih
Berguguran jatuh
Bagai gerimis di tahun kesepuluh
Dari luka yang belum sembuh

Sepagi ini
Kopi tidak hangat lagi
Airmata pun beku dalam puisi
Menjadi catatan merah
Tentang hati yang telah patah

Dili TimLes, 29 Maret 2018, 07:53am

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: