Rab. Apr 8th, 2020

Hujan Sang Dara

Hitam yang berarak itu seperti kawanan Elang
Dengan langkah berat mereka larut bersama petang
Satusatu berkejaran mencapai singgasana yang tenang
Aku mengira mereka telah lelah membawa rindu dendam

Hitam itu makin berat membawa ribuan pasir dan bebatuan
Tak kuasa bertahan hingga takdirpun menentukan
Ia harus berderai atas beban yang tak berkesudahan
Aku mengira mereka telah kalah dalam temaram

Dan rerintik itu saling berpendar menapak tilas
Dalam keriuhan yang nyaris menghentikan nafas
Dinginnya berkilat-kilat seperti kristal berparas topaz
Ia berjatuhan tanpa peduli dimana akan terbenam

Rinainya mengisyaratkan kepedihan sang dara
Tertunduk mencari makna bekas-bekas perciknya
Terbata mengeja jalanan yang kian menyakitinya
Sang dara tahu, ia membenci hujan dan tangisan

 

By : Hening Andriastuti

1 thought on “Hujan Sang Dara

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: