Kam. Nov 21st, 2019

Free-Photos / Pixabay

Jie Sanjay | Puisi di Lembah Duri

001
* CINTA *
By jiesanjay
Cinta adalah fitrah manusia
Perjalanan cinta tiada ada batasan
Tidak dapat ter ukur waktu dan usia

Cinta selalu ada dan berupa makna
Tentunya hakikat cinta berpola rupa
Beraneka warna di kehidupan yang pana

Cinta adalah alam kehidupan yang
Terang, seterang cahaya

Cinta adalah alam kehidupan yang
Luas, seluas lautan

Cinta adalah alam kehidupan yang
Tinggi, setinggi langit

Cinta adalah alam kehidupan yang
Dalam, sedalam samudra

Cinta adalah perjalanan ruh jiwa
Dengan seisi alam semasta

Cinta keabadian yang hakiki
Adalah milik sang pencipta…
Santun kata jiesanjay


002
“SANG BIDADARI PHP”
by:jiesanjay

Terapung di birunya langit hingga samar lenyap menitik,,
Sang awan putihpun tak berpihak lagi
Hela napas tengadahkan tanya?
Mengapa hilang dalam netraku
Rasaku di alam dusta
Walau terasa nyata namun itu
Sebuah asa yang kau reka
‘Bersalahkah aku yang berharap,
Ataukah itu bersipat dosa
Bermaknakah untuknya sang pemberi harapan palsu
Hingga aku isapkan butiran asaku yang kau taburkan direbung angan
dan tumbuh berkembang hingga berbunga nestapaku
Mungkin kah, mungkin ada
Ruang waktu yang harus aku tunggu
Ataukah berlalu begitu saja,
Tanpa sisakan seulas wajah bersalahmu…
Ataukah ada seucap isyarat yang belum aku simak dari bahasa paras cantikmu…
Ma’af atas nama, jiwa beranganku
Ini bukanlah rayu
Aku dan mataku sangatlah tau
Bawa kamu bukan hanya ayu
Tetapi kamu lebih dari itu
Jikaku ucap kata yang kutulis di khayalku
Kau adalah sang dewi,
Bidadari bumi yang kuasai imajinasi jiwaku
Kau punya lebih dengan ketidak sempurna’anya, yang kau siramkan di kehidupanku
Hingga hasyratku bersemu dan berilusi tinggi
Setinggi gedung pikiranmu
Yang tak bersekat ruang untukku
“Wahaaai, sang dewi….
Di alam ini apakah aku harus menunggu dengan menjerit jemu
Hingga getirnya asa membunuh peluh jiwaku yang bersayap terhadapmu, dewi
Santunku aksara semu


003
🎆BULAN BERSAKSI RINDU🎆
By; jiesanjay

Jangan keluhkan rindumu
Pada gelapnya malam..!!
Ukirkanlah rasamu dirona rembulan
Dan rasakanlah getaran sukmamu
Pada kebeningannya
Resapilah keperkasaannya yang berpitrah indah,,
Goreskanlah anganmu, untuk menuliskan khalayak rindumu itu
Dan taburkanlah rasa syahdumu pada gemerlapnya sang malam
Hingga akan aku rasakan tirta rasa yang bergemintang
Untuk mengingati dirimu
Bahwasanya kiprah rindu akan terasakan jua
Seraya malam yang berpesan tentang keindahan sang semesta
Begitupun jua khayalan imajiku akan tersimpankan keiklasannya
Dalam ranah kerinduanku
Meski akan terpasung pualam semu
Yang membelenggu sang jiwa rinduku…
Biarkanlah asaku mendekapnya
Dengan merengkuhnya dalam kesyahduan sang dewi rinduku


004
Surat kedua
Dari sang perindu
By jiesanjay

Atas kebisuan dan
Ketidak biasa’anmu terhadapku…
Aku sadari jika kamu
Tak bisa memahaminya,
Kesalahanku yang kedua kali
Dan seharunya kamu tahu di puisi
-Surat prajurit satu-
Apa dan Kenapa sebabnya aku
Lari dari kehidupanmu
Sebaiknya kau simak itu
Sebelum kebisuanmu
Menghukumku dan sebelum ketidak biasaanmu membenciku…!
Dan juga pun di surat kedua ini
Aku hantarkan sebab alasan kenapa
aku tidak merespon undangan inbokmu itu….
Dan itu keterbatasan aku terhadapmu
Untuk kebaikan kita dan
Jika aku ikuti ajakanmu….
Aku akan tidak tahu seterusnya
Akan seperti apa kedepannya
Antara kamu dan aku
Yang mungkin sama merindu…!!

Ma’afkan aku, shbt terindahku

Dari surat
Prajurit satu
Jiesanjay


005
⚡ DEMI CINTA ⚡

By: jiesanjay

Akhirilah cerita kasih ini
Yang hanya mengisahkan semu
Ma’afkanlah dengan kehadiran ini yang telah mengusik dan mem
buatmu bertitik rindu
“Kasih, Aku bukanlah sosok yang sempurna untuk harapan indahmu
Hapuskanlah nama dan aksara rinduku itu
Agar nanti dapat kau temukan syair puja yang menjelaga nyata pada garba kesempurnaan dan mampuh membawamu dari altar kesucian
Biarlah kisahku menepis jauh
Hingga relaku rebah tergantikan rima kasih rindu yang lain
Ikhlasku menyayangimu
Ingin melihatmu dalam ranahnya kebahagiaan
Ikhlasku kau lakukan
Meski kau redupkan seluruh minda rasa ini,
Pergilah kau kasih….
Bersama segenap kebahagiaanmu
Dalam pelana cinta yang terwujud nyata
Dan biarkan aku mengenangmu
Bersama do’a tulus untukmu…
Selalu


006
🎆❄PUISI DI LEMBAH DURI❄🎆

By; jiesanjay

Malam berlalu beranjak pergi
Tinggalah kesan suasana hati
Bias malam menangisi sunyi
Jiwa tersirat belenggu rindu,

Hembusan angin berpeluk dingin
Menyibak rasa mendekap malam
Senyap redup rona rembulan
Seloka purnama bermuram durja

“Aahk, akukah puisi di lembah duri
Terlahir dengan sayatan hati
Saat kesunyian terundang rindu
Rasa terluka teriris memerih…

Aku bersimbuh di ujung malam
Bersimbah rasa berputus asa
Ratapan diri tiada berarti
Merajai pedihnya duka nestapa

Nb
Setiap kata dalam do’a
Berharap rindu menujumu
Andai kata tak sua rindu
Ijinkan aku mendekap bayangmu
Hingga merengkuhmu dalam semu sukmaku….


007
DEBIT RINDUKU SENDIRI

By; jiesanjay

Satu jam telah berlalu
Hadirmu masih dapat terasa
Sendiriku terjaga disini
Mencumbu jejak hangatmu yang berlalu…
Saatku terdiam tak menyapa
Bukan tak sengaja ataupun terlupa
Aku merindukanmu…
Dengan ingin kata rindu berbisik tulus dari sapamu
Ataupun dari kalam aksaramu
Hmm, duhay…
Namun minda kini menghiba menahan siksa berdebit rinduku sendiri
Yang kini kian bertambah sekarat rinduku padamu
Andai waktu dapatkan rindu yang tersimpan dalam belahan jeda
Akan bercerita tentang kebisuannya
Dengan rasa yang indah,
bertemu sua…


008
AKUKAH…….?
By;jiesanjay

Hmm indah kata menuju rasa yang berwujud raga
Akukah … lelaki yang mampuh memberi cahaya pada cakrawala kasihmu
Hingga bisa menuntun rasa kebahagiaanmu
Itu inginku dan entah itu ilustrasi rindu terhadapmu
Sedangku saat mengingatmu aku hanya diam dan menatap jauh pada langit senja yang bertundung indah
Benar bayangmu hadir namun tak bicara, hingga hilang bersama senja
Sendu rasaku di keheningan bayang
Bersimbah senyap redupnya malam
Dan berandai mimpi bersama
Saatku terjaga aku tak bisa menyapamu rindu …
Hanya itu selalu ada dalam raga yang jauh …
Salam tidur dalam nyenyakmu rindu…


009
SUARA

By; jiesanjay

Kau terngiang basah mendayu
Menyapa lembut kedua genderang telingaku,
Suara…
Andai rindu yang kau lantun dalam batik syair puisimu…
Mungkin aku, akan terlelap dalam kubu rinduku
Atau mungkin, aku kan terbang bersama sayap sayap jiwaku yang berangan rindu terhadapnya
Kaulah suara…
Dengarkan bisik pintaku, yang berlagu aksara jiwaku, dalam gubahan syair puisi rinduku…
Ahh… kau suara
Suarakanlah hasyratmu, dalam syair kasmaran rindu agar aku dapat ukirkan namamu
Dalam tingginya gedung pikirku hingga langit imajiku beratap jingga
Suara…,
Untukmu apa kabarmu…


010
Part 2 //
by; jiesanjay

MENGAGUMIMU
Betapa inginnya aku…,
Mengukirkan aksara puja teruntukmu
Dengan membisikan artian rasa ini,
yang telah lena terpana oleh rekahnya jelitamu…
Engkaulah anugerah keindahan dalam netra rasaku, nun membahtera biru direlung gedung khayalku,
Walau sungguh rasaku berkeluh jauh dibawah kemegahan langitmu…
Tengadah jiwaku berasa butiran debu yang merunjuk syair puisi dalam mahligai keistimewaan persinggahanmu
Rengkuhku merunduk debunya bumi
Saatku menyanjung kemuliaan hatimu dewi…
Aku yang lepuh takakan pernah bisa menjamah mesra rona kecantikanmu
Yang melaju di bayang ke syahduan buluh rinduku,
Namun jiwaku hinggapi alam sadarku
Bahwa kutakakan mampuh menempuhi ranah istanamu, yang berukirkan mutiara-mutiara puja rayu sang tuan penguasa cinta
Sedangku hanyalah si perindu yang tak bermahkota
Aku hanyalah pemilik rinduku sendiri yang bersenjatakan kertas dan pena
Demikianpun itu aku takakan mungkin bisa mengukirkan rindu di relung kalbuku
Biarlah rinduku terhalang padangan ketiada berdayaanku
Hingga zonanya rinduku terbisukan dan terbiuskan kelananya sang waktu
Biarlah akan kutitikan nikmatnya geliat hasratku yang terbang telanjang mendekapi gejolaknya mimpi dan menggerayangi klimak bersama dalam aksara rindu ini
Renyuh syair yang kau tuliskan begitu sendu dalam pusara jiwaku yang mengagumimu…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: