Sen. Okt 21st, 2019

K U D E T A

K U D E T A

Oleh: Wawan Tallawengkaar

Aku berdiri tertunduk di antara sajaksajak
Alam semesta tak memihakku beranjak
Tak bergeming, walau asaku beranakpinak
Aku lupa puisipuisiku, yang memendam dendam

Mereka berontak ingin menguasaiku
Dan mataku tak berani memejam
Sebab, ada mata penuh hujan
Yang mulai menenggelamkanku kala terpejam
Tak bisa dibilang kejam, setelahnya aku menjadi debu

Aku tenggelam, sebenarbenarnya tenggelam
Suaraku tak lagi terdengar, bahkan jemariku mulai membiru
Mungkin aku akan segera mati tanpa haru
Dan terlupakan bersama waktu

Tiada lagi diksidiksi cinta yang tersisa
Sebab puisi membunuhnya satu persatu
Yang ada hanya frasafrasa kebencian
Dan aku tak lagi menemui diriku di singgasana

#rontokankuekering
Tegal 12 Juni 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: