Sab. Mei 8th, 2021

KE MANA ALAMAT KITA LABUHKAN?

KE MANA ALAMAT KITA LABUHKAN?
Karya: Burung Gereja

Menuju pagi
Aku berlari menggenggam sepi
Berhenti di bawah sumbu mentari
Mengoyak elegi
Sekaligus menyontek isi sebuah hati
-tapi alibi

Aku hanya diam
Di ruang penat penuh asam kesumat
Mendengar gemuruh akan kiamat
Gaduh dan sesal menjadi cakap beralamat
Pintu terkuak
Langit meronta dari biji mata sebuah pertanda
-tapi imaji

Adzan dan lonceng gereja beradu
Memanggil peziarah
Membuka hati dari gelisah
Mempercakapkannya di depan keheningan
Udara berangsur kotor
Melumat kata-kata bijak dari balik topeng kebencian
-tapi salah

Kucoba dengar larik-larik indah
Merayap di balik gaduh dan sesak
Rasa takut akan kebengisan
Rasa ingin mendera akal busuk manusia
Penolakan
Mencari ego dari ramai kesatuan
-tapi tak tahu tempat

Sebuah catatan
Sejarah dan masa depan yang dituang dalam teori dunia
Sebagai doktrin:
Alat pemersatu
Bisa juga membunuh satu per satu
-tapi sama sekali tidak tahu

Orang-orang memandang
Kamu bertanya
Dada menjilati ludah para bedebah
Menyayat jiwa
Sebagai bomerang dari kelakuan
-tapi hanya diam

Kemarin
Sebuah puisi tertinggal dibacakan tuannya
Dalam bisu mata memandang estetika ciptaan
-Tu(h)an yang malang

Bekasi, 7 April 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: