Ming. Apr 18th, 2021

Labyrinth

Photo source : https://i.ytimg.com

Darah yang kuteteskan,
bukanlah darahmu.
Perih yang kuberikan,
masih menari di nadiku.

Sayang…

Labirinmu rapuh,
hempaskan hitam yang kutawan.
Benamkan keruh,
untuk kau sajikan di atas cawan.

Mungkin…

Hingga nanti aku mati,
rasa itu pun kan pergi.

Dan…

Ketika tawamu terhenti,
kau kan mengerti.

By : Angga I Anurraga

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: