Sel. Agu 3rd, 2021

Malam Terbakar Sunyi

Matamu bagai embun tak lagi bersinar,

kosong tak berjiwa diam tak berdaya.

 

Di bawah rintik hujan diantara semak belukar,

berharap satu jiwa kan datang bagai pahlawan.

Layaknya hujan meredam kapas yang terbakar,

namun pangeran idaman tak pernah datang.

 

Akankah kau berhenti menunggu,

berganti hati lepaskan belenggu.

Andai engkau ijinkan akan kuhapus semua luka,

iringi langkah tuk lupakan duka berderai air mata

 

Takkan berhenti kau menunggu hujan,

walau mendung dan gerimis telah datang.

Andai engkau ijinkan gerimis menggantikan hujan,

kapas – kapas akan akan terhenti membakar  malam.

 

Malam di tengah belukar,

malam yang indah tanpa hujan.

Malam tak akan terbakar,

karena gerimis tlah datang,

selamatkan malam…

 

By : Angga Indra Anurraga

1 thought on “Malam Terbakar Sunyi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: