MEMBACA MALAM Kumpulan Puisi IKA HERTIKA

0
371

001
KENAPA?
Ika Hertika

Genggam jemari
Telah lama membuka
Hingga sekuntum mawar lepas
Dan …
Engkau membiarkan jatuh
Kembali ke hamparan semesta
Mengeja lembaran hari dalam hening

Tanpa jawab dari sebuah tanya
Kenapa?
Hanya semilir di hening gulita
Membelai rasa untuk tetap bertahan
Pada kelopak yang hampir layu
Mengering di perjalanan waktu

Lalu …
Kembali merangkum serpihan harap
Esok hujan kan datang membasuh jiwa
Hingga kuntum mawar menebar wangi
Sepanjang masa

#Diary_Sunyi

Tasikmalaya, 2 September 2018

[divider]

002
MEKARLAH DI UJUNG PENANTIANKU
Ika Hertika

Izinkanlah
Kukecup wangi
Tiap helai mahkota
Ketika resah menyentuh hati

Damai
Resapkan jiwa
Kala indraku singgah
Menepi di aroma milikmu

Putih
Bermandikan cahaya
Begitu mengagumkan netra
Adalah tanda jiwa sucimu

Kuncupmu
Mengulum rindu
Menanti saatnya tiba
Mekarlah di ujung penantianku
#mawar

Tasikmalaya, 3 September 2018

[divider]

003
KUPU SAYAP KECIL
Ika Hertika

Aduhai
Kupu sayap kecil
Biarkan aku menatap kepak sayap indah
Sesaat sebelum terdiam dalam waktu lama
Senyap tanpa suara

Dirimu
sesungguhnya begitu hidup
Menata kehidupan
Menatap esok tiba

Kupu sayap kecil
Hadirmu membuatku terpesona
Kepakmu di antara aroma bunga
Bercumbu manis setetes madu

Lalu
Singgah sejenak
Lewati perjalanan hidup
Sepenggal episode pertama dan seterusnya
Tanpa terputus genggam asa pada nuansa waktu

#metamorfosis

Tasikmalaya, 4 September 2018

[divider]

004
MEMBACA MALAM
Ika Hertika

Denganmu
Membaca malam
Saat matahari tenggelam
Sisakan bayang terang siang

Adalah
Setangkup rindu
Merebah ujung malam
Pada sepi tanpa kekata

Gelora
Berpayung rasa
Berselendang sehelai doa
Bersamamu di ruang harapan

Kekasih
Pada bahtera
Lama gelombang mendera
Jadikan malam penuh makna

Hening
Malam berlagu
Seiring roda waktu
Resapkan sejuk dalam jejak

Purnama
Menyibak gulita
Di antara kabut
Hantarkan cahaya lentera hati

Tasikmalaya, 5 September 2018

[divider]

005
MENEPILAH DI LORONG WAKTUMU
Ika Hertika

Entah kapan kan berhenti
Menggores segaris luka
Ruang hariku
Dirimu

Tak jua kau sudahi
Gemuruh angin menderu
Kala senja
Menyapa

Tak lelahkah memercik api
Dalam sahaja hidupku
Tanpa rasa
Kelu

Menepilah di lorong waktumu
Tak usah singgah
Menoreh luka
Kembali

Tasikmalaya, 8 September 2018

006
Dan ..
Biru langit
Sisakan segaris mendung
menahan gerimis sisa semalam

#ika

Tasikmalaya, 9 September 2018

[divider]

007
ADA BUNGA DI ANTARA KATA
Ika Hertika

Sahabat
Ada bunga
Di antara kata
Kutulis dalam goresan pena

Tak pernahkah dirimu tahu?
Tentang satu hal
Dalam bait
Waktuku

Engkau
Hanya melihat
Satu sisi keterbatasan
Yang ada pada diriku

Sentuhlah dengan satu rasa
Bahwa aku ada
Hantarkan sahaja
Kidungku

Namun
Berlalu jua
Langkahmu kian menjauh
Dan kau torehkan sayatan

Aku
Hanya ingin
Merangkum serpihan kelopak
Di antara lembaran hari

Biarlah
Kuuntai kembali
Hiasi dalam penaku
Tak usang dalam waktu

#Hibiscus

Tasikmalaya, 12 September 2018

[divider]

008
SELESAI
Ika Hertika

Abu
Mengaburkan aksara
Tanpa suara menyapa
Lalu hilang terbawa waktu

Lenyap
Ikuti irama
Dawai harmoni kehidupan
Menjauh semakin tak terbilang

Lepas
Penantian usai
Pada satu janji
Hanya bias ruang hampa

Kaki
Menapak jalan
Titian senja berlagu
Aksaramu tak tersentuh netra

Usah
Lukis kembali
Sketsa hari lalu
Satu aksara selesai kueja

Tasikmalaya, 14 September 2018

[divider]

009
IJINKAN AKU BERSANDAR
Ika Hertika

Sejenak
Ijinkan aku
Bersandar di lenganmu
Lepaskan penat sepanjang hari

Sejenak
Genggam jemari
Di perenungan diri
Begitu jauh bilangan terlampaui

Senja
Menyatu rasa
Biaskan cahaya jingga
Di antara perjuangan makna

Dan
Saat ini
Biarkan aku bersamamu
Menghitung nikmat tak terhingga

Tasikmalaya, 15 September 2018

#singgah

[divider]

010
INGIN
Ika Hertika

Ingin aku memelukmu
Sejenak saja
Membaca hari lalu bersamamu
Mengeja rindu yang kian berlagu
Adamu adalah bait indahku
Saat perjalanan kisah
Tersiram air mata
Saat kita gapai cita bersama

Tasikmalaya, 15 September 2018

Tinggalkan Balasan