Sab. Mei 8th, 2021

MIRANDA

MIRANDA
Karya: Burung Gereja

Miranda,
Mengapa engkau bertekuk lutut
di bawah payung hitam?

Miranda,
Mengapa engkau menyeduh air mata
dari jelang bulan tenggelam?

Miranda,
Kemarin kita berceloteh ria
Menumpas bidak di kehidupan
Bertemu ampas kenikmatan
Menyongsong kekuatan di tanah orang
Dan kini semua sirna

Apakah malam membidikmu menjadi atheis
Atau pagi memaksamu menjadi anarkis?
Darah-darah itu tertinggal, Miranda

Di mana katup hatimu melempar kiblat
Seksama di junjung percakapan kita terbatas melangkah
Angin selalu berbisik
Terik selalu meringkik di bilik jemari
Mereka memperingati akan kodrat diri

Miranda,
Sekarang engkau menyesal?

Bekasi, 13 April 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: