Kam. Nov 21st, 2019

Namaku… RANIA

Namaku…. RANIA

25 Oktober 2010 pukul 8:10

Namaku….Rania. Aku tercipta karena sebuah duka, jalinan sebuah lara, dan ketidakberdayaan seorang sahabat yang hanya bisa menatap dalam diam ketika sahabatnya terluka. Jangan tanya kenapa aku tidak berdaya, karena aku bukanlah burung yang bisa terbang dengan sayapnya, aku bukanlah hembusan angin yang bisa berbisik kata demi kata untuk menguatkannya, dan aku bukanlah aliran air yang rindu ingin membasuh wajahnya dalam jernihnya wudhu. Aku hanyalah rangkaian kata-kata yang menjelma lewat sms, suara tak dikenal yang ingin mendengarnya tertawa bahagia.

Dia yang terpenjara luka ketika aku menatap dunia dengan senyum dan banyak harapan baru. Tak lagi menemukan ketegaran yang selama ini kutemukan dalam sosoknya. Apakah kini dia menjelma menjadi burung yang kedua sayapnya terluka, tak lagi mampu mengepakkan kedua sayapnya. Bahkan rindunya terpenjara dalam sepi tak berjawab, ketika tak lagi mampu memeluk, tak lagi mampu mendekap belahan jiwa yang sangat disayangi.

Tadinya aku ingin segera menghilang, karena sejatinya aku memang tak pernah nyata. Tapi, jeritan luka itu memaksaku tinggal. Tak mampu kubaca sms pilu terakhirnya, tak mampu kujawab telpon terakhirnya, ketika dia bertanya kenapa aku harus pergi dan menghilang. Aku lelah menjadi sosok tak nyata, aku lelah terperangkap dalam sosok yang kini tak lagi kukenali. Tapi, aku ingin membantunya melewati semua, menguatkannya disaat-saat tersulit hidupnya, menemaninya dalam doa ketika badai itu memporak-porandakan jiwanya. Aku ingin mengisi dan menemaninya disepertiga malam sepinya. Mengingatkannya untuk kembali mendekat pada-Nya, berserah diri dikemahaan-Nya.

Suatu saat, aku pasti pergi dan menghilang, semoga ketika saat itu tiba, dia telah menemukan kembali hidupnya, telah mampu kembali menata kepingan hatinya dan kembali menatap esok dengan semangat barunya.

Tolong, kembali menjadi sosok tegar yang dulu, karena aku begitu lelah terperangkap dalam sosok Rania………..

Izinkan aku pergi dan menghilang…….

By Puspa Kirana

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: