November Dalam Hujan

1
260

November hadir kembali,
dalam ritme reliji.
Seperti biasa,
layar waktu terbuka oleh hujan nan genit
Langit sempurna mengkidungkan harmoni alam.
Mendung bergelantungan di atap awan dalam tembang yang merdu.
Rintik yang mesra cumbui bumi.
Aroma tanah basah di kaki senja,
adalah selintasan kisah yang memeluk November,
dan aku tak sanggup menuliskan alurnya pada larik puisi .

November basah.
Bak bibir gadis belia, ranum memerah.
Layaknya gemulai penari meliukkan jemari senada iringan musik.
Tak terperi keelokan sebuah musim.
Selalu bangkitkan kesyahduan yang tak terganti.

November tetaplah kisah panjang yang tak cukup tertulis oleh puisi.
Meski seribu penyair menuliskan sajak-sajak dalam teduhnya.

By : Selsa

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan