Sel. Agu 3rd, 2021

NYANYIAN PAGI

NYANYIAN PAGI
Karya: Burung Gereja

Andai kota menjadi kita
Tentu telah lama sepi mendarat di tubuhnya
Menyelinap dengan paksa

Pagi menuju malam hingga kembali pagi
Waktu meruntut kronologi di balik diri
Meluapkan detak dari lubuk hati

Tapi,
Tapi kita tetaplah mati
Walau air raksa dan bara besi mengadu di sini
Kita selalu berakhir elegi

Tak ada harapan dibuai langkah
Tak ada gelisah mendiamkan amarah
Menyapa dibisik surya yang timbul tanpa alasan

Mau apa?
Hari semakin mengulum dirinya menuju mati
Derit kayu tua
Cicak-cicak berceloteh menemani jaga
Tak ada yang kita rundingkan

Ah
Sebenarnya mengapa kita dipertemukan?

Bekasi, 12 April 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: