Ming. Jun 20th, 2021

Pagi Ketujuh Puluh Delapan

PAGI KETUJUHPULUHDELAPAN
Tembang pun terdengar sayup-sayup
Gelora Semestaraya menggema
Hiruk-pikuk bagai amuk
Aku terduduk
Masih menggenggam cangkul
Usai menanam jagung
Menyiangi rumput-rumput
Tetumbuhan
Tetanaman
Saling berlomba
Menggeliat di lahan subur
Jelaga abu kutabur
Barangkali menambah hara lahan gembur
Berharap umbi tales, singkong, jagung berbiak tumbuh
Supaya terpetik tepat waktu.
Hujan pun turun
Kuhitung tetesnya yang menyapa rambutku….
Bangun
Lanjutkan mencangkul
Terus menanam
Jangan lelah menabur
Biji-biji akan tahu bagaimana memanfaatkan lahanmu
Mereka juga rela
Bila harus dipatuk burung
Mereka ikhlas tatkala siput, bekicot, hewan-hewan merenggut.
Ada bagianmu
Sesuai kebutuhanmu
Selaras keperluanmu
Bukan seperti keinginanmu.
Salam Renungan Zaman Buanergis Muryono
Pada Hari Ketujuhpuluhenam Duaribudelapanbelas
04:21
Bogor

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: