Kam. Feb 27th, 2020

PENYAIR

PENYAIR
oleh Eko Windarto

Seorang penyair adalah penyimak dan penelaah yang jeli melihat keadaan sekelilingnya. Tugas penyair itu menyair, tidak perlu membela syairnya bila ada yang mengkritisi. Biarlah syair itu sendiri menemui pembacanya dan mencatat sejarahnya sendiri. Penyair itu berkarya menuangkan gagasan sepenuh hati. Semakin matang seorang penyair, makin kental dalam menuntaskan gejolak rasa yang menggumpal dan berkecamuk dalam benaknya. Termasuk tersentuh oleh indera dan jiwanya. Suasana puitis datang kapan saja, di mana saja. Tak perlu mencari di dalam kamar atau mencari kekhusyukan. Karena memang di sekelilingnya banyak hiruk-pikuk ide berseliweran. Tinggal bagaimana sang penyair menangkap ide itu melalui perenungan yang tentunya ditunjang oleh literasi yang bersangkutan. Sebab syair yang diciptakan seorang penyair akan memperlihatkan seberapa besar penyairnya bergulat dengan literasi akan menunjang kemantapan syair yang diciptakan.

SEPENINGGAL SENJA

sepeninggal senja
pelangi di matamu mewedar kesumba
kesiur angin membawa rindu pucuk cemara
menciptakan lagu sendu pada metamorfosa bulan purnama

pada daun berembun merdu
kutemukan peristiwa menyatu dalam warna hatimu
yang semadi menapaki sunyi kaligrafi kalbu

Sekarputih, 4022017

SAJAK MALAM

malam-malam begini
sepi menyihir hati
memanjang ke barat menyusuri misteri
menciptakan komposisi
memainkan gradasi hatiku yang paling sunyi

lagi-lagi suara merdu itu
mengantarku mengubah warna warni rumahku
hingga cahaya bulan menjadi purnama laku
di ruang sukmaku paling kelabu

Batu,322018

JOMBANG BERGOYANG

Jombang bergoyang
seperti penyanyi goyang dumang

Jombang bergoyang
bagai penyawer lupa pulang

lumbung kota dijadikan lambung katong
tempat penyeberang melawan gelombang

hingga riak ombak menghempaskan perahu
menjadi ungkapan belitan pinggangmu

Batu, 622018

GERHANA BULAN

dari balik gerhana bulan, aku menduga rotasi bumi menggenangi hatiku
pantulan sinarnya memiliki siklus bermetamorfosa dengan malamku
mengiringi porosmu berputar pada revolusi jiwaku.
memainkan rotasi barat dan timur di antara taram dan terangku
memantulkan komposisi yang merdu

Batu,3012018

1

pada putaran matahari
kutemukan rotasi hati
bergetar di antara galaksi

2

membayangkan gugus bintang yang tak terbayang
kusandarkan cintaku yang tak terbilang

3

pada tata ruang bumi
katalis-katalisku mati
hingga rasa mengalami turbelensi

Batu, 2212018

#esai_rbk_win

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: