Sab. Mei 8th, 2021

PINAK-PINAK ANGKARA

PINAK-PINAK ANGKARA
Karya: Burung Gereja

Sudah lama
Terlalu lama
Semakin lama
Tenaga semakin menipis
Semaianku rapuh ditelan pinak-pinak angkara
Jalanan berlalu dengan sepi
Suara berbisik meninggalkan dirinya di tepi bangkai cemara

Kata mereka
Aku dulu adalah intan hitam langka
Perusak harga
Menembus batas di luar kepala
Bulir-bulir dalam tubuhku masak nikmat ditelan udara
Aku berkuasa
Dari sebuah liang dibilang neraka

Namun seiring perjalanan
Lidahku kaku dieram riang tak ber-ibu
Aku tanya kepada bapak
Ia bilang ibu adalah dosa
Entah bagaimana nama itu menjadi jijik kusebut

Bermalam-malam aku memotong jalan pintu kematian
Decik suara papa menggetarkan raga
Langit menghitam memperjelas gambaran peralihan
Dari sebuah sudut jendela
Seorang anak berbisik
“Aku rindu”

Jakarta-Bekasi, 3 Mei 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: