Sab. Mei 8th, 2021

RAPUH ITU RINDU
Oleh : Apriel

Aslinya bukan begini yang dirasa, kau bukan hanya membuat pengecualian tapi berusaha membuatku menjadi satu satunya yang merasakan bahwa hanya kehadiranmu selalu bisa membuatku tercekat.

Aku tak ingin ini terjadi berlarut-larut, tak ingin ini akan terus membelenggu hatiku kala hadirmu selalu membuatku tak berdaya. Memohon untuk bisa sedikit saja meredam gejolak yang selalu ada akan sangat sulit kulakukan. Berhenti berpikir bahwa aku akan baik-baik saja waktu sekilas melihat bayangmu.

Bagaimana mungkin berkata ‘tidak’ dari semua permintaanmu, sekeji apapun aku menolak tetap hati pun berkata ‘iya honey’.

Kelemahan mendasar dari cinta bukan pada patah hati namun karena jatuh sejatuh-jatuhnya pada cinta telah membuatku terjerembab ke dasar kawah kematian yang tak berakhir. Kau tahu letak sesungguhnya aku berada, dan paham betul bagaimana seharusnya kita menjalani hari.

Berhenti untuk bisa berlari darimu adalah hal tersulit yang aku lakukan saat ini. Berharap aku bisa menghapus semua kenangan yang terlanjur terukir dalam kabut memory.

Apakah aku akan sanggup sejenak saja menghilang dari dunia yang sempat kita ciptakan, berhenti selangkah dari setiap aksara rasa yang selalu kita lantunkan. Sanggupkah aku melakukannya. Agar semua angan yang pernah aku ucapkan berbilah kali bisa aku gapai.

Kumohon beri aku waktu, honey. Untuk menenangkan diri agar aku bisa berdiri lebih tegar di hadapanmu nanti. Tanpa sedikitpun terlihat aku rapuh ketika bertemu denganmu lagi.

Krw, 18032018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: