Ming. Apr 18th, 2021

Rasa Antara Hujan Di Penghujung Oktober

Denting bulir air menimbulkan birama
Udara tanah berbaur dengan air ciptakan khas aroma
Belaian hawa dingin pun mulai terasa

Dirimu nampak tak kuasa
Jelas terlihat dari sudut mata, tanpa engkau merasa
Bertangkupkan lengan dalam lipatan jaket kuning muda
Coba bercanda manja dengan rinai gerimis yang masih jatuh jua

Engkau disana
Pria bertopi berkacamata
Duduk tanpa suara
Memandang teduh pada jalan raya
Aku merasa
Mungkin saja
Sepertinya tujuan kita sama
Menunggu setia bus di halte Kemang Raya

Kembang dara
Berkedip saat air bergulir dari kelopak mata
Bulir air jatuh dari setiap helai ikal rambutnya
Dalam alunan getar bibir tak bersuara
Dara di sandaran tiang halte resah penuh tanya
Tanpa kata, tanpa sapa, hati yang merasa
Pada butir air kubertanya
Akankah dia bertujuan ke arah sama?’

Kupandangi sepatumu
Terus dihentak-hentak cipta irama baru
Luruh menyatu
Dalam harmonisasi alam dan pesona dirimu

Siapakah gerangan?
Merenung pada satu tak kepastian
Antara pesona raut wajah menawan
Bagai kedipan kunang dibias nur rembulan
Menjelma pada dara antara rintik rinai hujan’

… aku diam lengang
Pikiranku menerawang

… tercekat hening rasa
Isi kepala berkembara

Aku selalu suka hujan
Saat dimana alam berdendang
Memberikan kesegaran
Atas tandus dan letihnya keseharian

‘Memang tarian hujan selalu menyejukkan
Bagi yang mensyukuri nikmat Sang Maha Wikan
Menyalurkan nafas kesegaran kehidupan
Dari pahit getir panjang perjalanan’

Kutadahkan tangan ke langit
meminta jatahku walau hanya sedikit
atas air dan berkah Tuhan yang tak pernah pelit

Bergemingku di sudut
Atas gelisah yang datang memagut
Bukan pada hujan yang tak kian surut
Namun dara disana yang buat hati bertaut’

Kulihat kau masih tetap sama
hanya tatapan yang kini berbeda
tidak lagi memandang basah jalan raya
tapi melihat tanganku yang tengadah ke udara

Aku tergerak merasa
Ayun pandangan padamu disana
Menikmati setiap ulah rasa di dada
Takkan kusia sia, pada engkau dara jelita
Di antara hujan penghujung Oktober yang tak kunjung reda
Meski waktu berlalu lamat lamat tergesa
Beranjak pada marunnya senja

 

Kolaborasi: Dian dan Ganendra, Oktober 2013

1 thought on “Rasa Antara Hujan Di Penghujung Oktober

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: