Sel. Agu 3rd, 2021

RINDU TEMAN

RINDU TEMAN
Karya: Burung Gereja

Langkah demi langkah kita jajaki
Sepersekian waktu kita pelajari
Lalu kita hanya kembali
Suatu hari
Menumpas rindu dalam sepi

Adakah kita mencermati
Seribu bayang penuh tanya di pesisir hati
Waktu yang kian melempar kita pada mimpi
Dan kehilangan yang tak pernah disadari

Kita seperti senja di bilangan elegi
Datang sesaat
Lalu pulang tanpa meninggalkan kata-kata
Hanya siluet yang terkenang
Dan kita kembali tenggelam dalam masa depan

Hai kawan
Canda tawa kita yang dulu memperanakan dirinya
Telah sirna oleh keengganan sewaktu melihatmu bahagia
Senyum yang sukar diterjemahkan sebagai luka
Himpunan pergaulan yang tak lagi bebas luluhlantah

Sajak takkan mampu merangkum kita dalam sepotong kerinduan
Dan lagu takkan bisa berbisik dalam riuh kesibukan

Kita lupa akan kaki-kaki kecil yang meringis di pinggir lapangan
Dan menerima tertawaan akibat salah menendang bola
Suara adzan tak lagi menghentikan kita dari perkumpulan
Pun lonceng gereja tak mampu membuat kita sadar untuk pulang
Lagi

Apakah ada cara lain untuk pulang
Selain duduk diam mengenang setiap permukaan muka
Menelisik kedalaman hati
Meraup setiap olok dan ejek yang berakhir kasih

Kalau boleh sebelum bumi menjadi mati
Marilah kita berkumpul lagi di kedai kopi
Sejenak beristirahat dari mimpi
Dan melepas bayang-bayang menjadi api di hati

Kalau boleh
Aku minta sekali lagi
Terakhir kali

Bekasi, 14 April 2018

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: