S A S T R A

0
67

S A S T R A
oleh Eko Windarto

Seorang penyair tidak menulis untuk sekedar menggunakan kata-kata saja sebagai jembatan dalam penyampaian maksud mereka. Sebaliknya mereka menulis sambil menggunakan semua kekayaan batin dan ragam bahasa untuk suatu relevansi linguistik bagi kenyataan hidup ini.

Sastra tidak hanya untuk sastra semata. Kita juga tidak ingin hidup dalam dunia kata saja. Kita hidup dengan suatu proyeksi karena apa yang disebut kata word dan aksi memiliki korelasi dengan kehidupan ini.

Sastra adalah kehidupan kata. Sastra seperti kereta selalu melintasi kenangan, ruang dan waktu. Sastra juga seperti rel kereta yang selalu dibangun sepanjang mata menguras air mata, menghabiskan harta dan nyawa. Sastra membuat oksigen dan nitrogen dalam napas, rindu, dan cintaku sepanjang rel kereta yang ada di dunia.

Menulis sastra seperti harapan membangun peradapan dalam dunia pemberontakan, kenaifan penuh getaran yang menggetarkan pencarian panjang yang tak kunjung cerlang dalam rindu jelang. Sastra seperti perahu menyusuri tiap-tiap pulau asing dan terasing. Kabut-kabut sastra selalu mengaburkan pandangan ketidak pahaman karena ketidak tahuan cara untuk menguraikannya.

Batu, 2652018

Tinggalkan Balasan