Kam. Mei 13th, 2021

Senjakala Bunga Bunga

Mendung bergelayut di tepian hati
Mentari surup memanggil kantuk
Mengantar lelap melupakanmu
Tetap tak bisa

Percakapan tersembunyi di balik kabut
Menitip pesan kepada hembus angin
Menyelinap melalui pori pori dada
Tanpa bahasa

Di bawah puluhan ribu pohon kurma yang kulewati
Pendar cahaya rembulan menusuk tanah
Mengilatkan pipi merah
Kamu

Pada fadak yang menjadi hak
Menutup jejak mata rantai
Jalan suci bunga bunga
Cinta

Pucuk pucuk dedaunan meneteskan
Membasahi peta
Hilanglah jalan kembali
Hujan

Gemuruh memenuhi langit
Teriak dan diammu sama saja
Yang kudengar hanya air mata
Sesal

Sejak senjakala itu
Aku tak lagi melihat indah
Bunga bunga
Mati

Sangkakala, 16 juli 2016

Karya : Farhan Sangkakala

Puisi untuk Fatimah Azzahra

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: