Rab. Jun 3rd, 2020

Seorang Perempuan yang Menangisi Tangisannya

Photo by Wayne Stadler

Seorang Perempuan yang Menangisi Tangisannya

Seorang perempuan di seberang jalan
Segantung ayunan kosong kenangan
Sepatu merah tergeletak tanpa pasangan
Sepasang mata sipit menatap lampu taman

Wanita tua berpayung duka
Duduk di bangku mengahadap fana
Awan hitam menyiapkan luka
Hujan penyesalan basahi hati gulana

Masih ia pakai gaun pengantin
Warna senada putihnya batin
Hendak mengikut hembusan angin
Lehernya lupa tak kenakan liontin

Petir gelegar temaninya menunggu
Entah pada siapa setianya termangu
Bibirnya bergetar merona ungu
Ributan kendaraan tak mampu ganggu

Lirih ia berucap “Suamiku tak pernah menyesali penyesalannya, tetapi ia lupa tak mematikanku menemani matinya.” Air warna hitam terus meleleh dari telaga netranya yang lebam.

Keesokan hari, seorang bocah membawa kembang warna-warni, bertanyalah ia dalam elegi “Inikah pilihan jalanmu untuk kembali?”

#IlkhasSuharji_18111­6

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: