Sen. Okt 21st, 2019

SETANGKAI KEMBANG Kumpulan Puisi CAK NIES

001
Sembilu Menikam Kalbu
————————————–
Perih dirasa nan pilu
Di palung hati kian merayu
Dalam detak menggebu
Menyelimuti kisi-kisi waktu
Sejenak ku terpaku
Meresapi kata-kata indahmu
Tajam bagai sembilu
Menikam kalbu
Terpesona aku padamu
Meski terkadang tak berlaku
Tetap setia ku menunggu
Dengan air mata tertulis namamu.

By:@41s
05082018.19:28.

[divider]

002
EDAN
———
Setiap langkah gerimis hinaan
Seolah bukan lagi makhluk Tuhan
Terasing dalam segala pandangan
Cemooh menjadi hiasan

Hilang kawan dan saudara
Hilang sanak dan keluarga
Hatipun jadi lupa
Dimanakah jalan menuju “DERITA”

By:@neis
11:25.090818

[divider]

003
AKU LAPAR
——————
Aku terkapar dalam lapar
Jiwa bagai serasa ditampar
Memeluk dahaga dan kehausan
Di tanah subur yang kering kerontang

Pada setitik embun yang ku harap
Harus menunggu malam gelap
Haruskah aku mencuri
Keadilan yang di bui
Di tong sampah kemerdekaan. …

Aku lapar bukan makanan
Aku lapar keadilan
Keadilan yang memerdekakan
Merdeka dalam keadilan
Bukan diperkosa segelintir kepentingan.

@41s. 13:32. 090818

[divider]

004
Setangkai Kembang
———————————–
Setangkai kembang di tanah yang gersang
Tertatih tumbuh dengan kesabaran
Mengharap embun di gelap malam
Dengan sebongkah doa yang dipanjatkan

Setangkai kembang dirundung kesepian
Melewati masa dengan kesetiaan
Tanpa tangis yang terdengarkan
Meski hatinya tertusuk ilalang

Tetap tegar dengan nafas tersengal
Menyusu saripati yang masih tertinggal
Sisa onak dan rerimbunan
Bersaing dengan keakuran
Demi menyambut hari kemerdekaan
Sebelum hujan kedamaian datang. ..

@neis.
12:45. 100818

[divider]

005
Bersenandung luka di langit jingga
Mengalun indah di bibir senja
Menjadi saksi kenangan cinta
Saat berpadu kasih
Berjanji setia

Mega berarak beriring duka
Menghiasi hati bermuram durja
Tinggal rindu, tinggal cinta
Yang berselendang didalam sukma

Terisak merdu menyulam jiwa raga
Tanpa terasa air mata menyapa
Berkidung mesra pada jiwa merana
Meratapi kekasih hilang entah kemana

Tanganku bergetar, hati bergoncang
Mata terasa berkunang-kunang
Hilang akal, hilang kesadaran
Aku rebah memeluk bayanganmu Sayang

Entah Dimana ……

[email protected]
06:03.110818

[divider]

006
Alhamdulillah Saya Dibenci
By @neis

Terasing di gubukku sendiri
Diterjang prahara benci
Debu hinaan mengaburi mata hati
Semua mata menatap sinis
Bagai taring mencengkeram dengan sadis

Tak bedanya anjing kurapan
Harus rela terlempar dari kasih sayang
Tersisih dan harus terbuang
Terasa jijik bila dipandang

Alhamdulillah saya dibenci
Syukron jaziilan pada Ilahi Robby
Ku terima dengan ikhlas hati
Seikhlas hujan menyirami bumi.

110818.15:39. Mingsoy

[divider]

007
SI BIROE

Indah menawan kalbu
Pesonanya merayu netraku
Berkilau menghiasi atmaku
Terasa damai di jari manisku
Setia dalam suka dukaku
Pancarkan aura meski membisu
Dianggap mulia meski hanya sebuah batu.

19:00.150818. @mingsoy

[divider]

008
Tak Puas Aku Kekasih
———————————–
Kemanakah aku akan berlalu
Mengubah cinta jadi rasa rindu
Mengukir rindu jadi sahdu
Dengan tembang – tembang asmara
Mengiringi jiwa yang berkelana

Tak puas aku mencarimu
Dengan puncak rindu yang menggebu
Bersama angin kasih sayangmu
Yang senantiasa mencumbuiku

Dengan debu jiwaku
Ku coba untuk merayu
Keagungan cahaya sucimu
Dalam setiap tarikan nafasku
Agar gelap jalan hidupku
Menemukan noktah terangmu
Ya…. Muhammadku
Kekasih Robku. …

@neis
220818.14:48

[divider]

009
Dimanakah Suamu
—————————–
Cipratan tinta cinta
Membekas jadi kata
Tertulis pada dinding rindu
Menghias di kalbu

Resah dan gelisah
Mengiringi nafas yang mendesah
Menjelma kidung rindu
Mengalun mengikuti bayangmu

Dimanakah Suamu
Yang selalu ku tunggu
Sebelum kata rindu
Membingkai dalam cintaku.

@neis.
01sep 2018

[divider]

010
TAPAK YANG BERDARAH
—————[email protected]—————

Berhentilah langkah hatiku
Mengejar cinta semu
Dalam menggapai kelamnya rindu
Di reranting asa yang kelabu

Bidikan panah asamaramu
Menancap pilu di jiwaku
Hingga luka bersajak di relungku
Melukis air mata dalam remuk jantungku

Selalu ada nanah dalam langkah
Iringi tapak yang berdarah
Memendam resah dan gelisah
Ketika hasrat akan tercurah.

02092018.11:59

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: