TANGISAN RINDU Kumpulan Puisi RETNO GALIH

0
288

001
MENGHAPUS JEJAK
Oleh. R. Galih Wijayanti

Rasanya baru semalam
Aku melihat semua bintang bersinar dengan indahnya

Rasanya baru semalam kamu mengirim pesan dengan aksara begitu indah

Sesiang tadi aku begitu sibuk, hingga aku tak sempat mengintai kegiatannya…

Malam ini… Semua pesan terhapus, bahkan yang terselip diantara lembar-lembar pesan lainnya

Malam ini… Kembali air mataku menetes tanpa ku ingin
Aku merelakan rinduku pergi meski ia tak jua pergi, dan kini semua telah lenyap bersama gerimis.

Caranya menghapus jejak yang begitu tiba-tiba sungguh menyisakan pedih yang tak terduga….

Jejakmu yang terhapus, masih tersimpan di hati sebagai kenangan untukku dan bukan untukmu.

[divider]

002
PAGI YANG BARU
Oleh. R. Galih Wijayanti

Sudah ku habiskan air mataku semalam dalam senandung rindu kehilangan

Lalu terlelap aku dalam rasa yang lepas

Pagiku…
Terbangun dengan hati yang kembali menghangat, masih bolehkan kita bersahabat?

Saling bercanda
Bertukar cerita
Ku pastikan itu tanpa rindu dan cinta

Selamat Pagi…
Untukmu kutawarkan secangkir kopi…😊

[divider]

003
TERGORES RASA
Oleh. R. Galih Wijayanti

Entah bagaimana menjabarkan luka saat tergores rasa
Luka yang tak dapat dilihat dan hanya bisa di rasa

Tergores rasa rindu, membuatku malu tak bisa berkata hanya bisa berlagu

Tergores rasa kangen, membuatku gelisah selalu bercumbu dengan angan

Tergores rasa sayang, membuatku terlalu peduli dan pikiranku melayang

Tergores rasa cinta, membuatku takut melangkah lebih karena pasti banyak luka

[divider]

004
KETIDAKMAMPUAN
Oleh. R. Galih Wijayanti

Ketidak mampuanku mengabaikanmu membuatku terlihat begitu bodoh

Ketidak mampuanku menjauhimu membuatku terlihat menyedihkan

Ketidak mampuanku menolak satu alasan manismu membuatku semakin terluka

Baiklah,..
aku gunakan ketidak mampuanku berhenti mengagumimu untuk diam

[divider]

005
TERLALU SINGKAT
Oleh. R. Galih Wijayanti

Seharusnya ada awal untuk sebuah kisah
Yang terjadi dengan kita berbeda…
Tak pernah ada sesuatu yang mengawalinya
Melebur begitu saja secara tiba-tiba, dalam balutan sedikit romansa

Dan, mungkin karena tidak ada awal hingga segalanya berakhir juga tanpa kita sadari…
Semua seperti sebuah mimpi indah, lalu terjaga…dan hilang seketika

Aku masih duduk diam menduga-duga setiap kemungkinan yang terjadi…
Mencoba merangkum kenang yang ternyata memang tak pernah ada… Ahh, bukan mimpi tapi ilusi.
Pantas saja dia tak pernah merasa, ternyata hanya aku…
Ilusiku…
Imajinasiku…

[divider]

006
TEMANI AKU
Oleh. R. Galih Wijayanti

Hari ini aku telah menghabiskan beberapa episode drama romantis, berharap bisa menggali bagian paling puitis, sebagai inspirasi puisiku yang mulai krisis.

Ku putar juga lagu-lagu syahdu tentang Cinta, agar kudapati tema paling bermakna, sebagai bahan referensiku menulis cerita

Dan telah kubaca pula buku-buku fiksi, mencari diksi paling tersembunyi, untuk sekedar melupakan ilusi yang masih setia menemani dalam kediaman hakiki.

[divider]

007
SEBUAH NAMA
Oleh. R. Galih Wijayanti

Aku pernah menggantung namanya di ketinggian langit
Tanpa menyadari bahwa aku akan sulit menjangkaunya nanti…

Aku lalu mengikat namanya di ujung senja, tanpa kusadari pekat malam membawanya pergi…

Kemudian aku menyimpan namanya di kedalaman laut
Tanpa pernah tahu aku akan sulit menyelaminya…

Lalu kularutkan saja nama itu di seduhan kopi pekatku…
Hingga menyatu nama itu dengan aliran darahku

#Repost

[divider]

008
KETIKA RINDU TAK TERUCAP
Oleh. R. Galih Wijayanti

Terdengar bisik hati yang begitu lirih, selembut sapuan kapas
“Aku rindu..”

Apa yang kamu ingin aku lakukan?
Menyapanya?… Sementara dia tak suka disapa
Menyampaikan rindumu?… Itu lebih tidak mungkin, aku bisa malu karena itu.

Ahh… baiklah ku bantu saja agar rindumu berkurang, akan ku buka satu foto dimana dia tersenyum begitu manis, dan aku yakin yang kamu rindu adalah senyum malaikatnya

[divider]

009
SELAMAT PAGI RINDU
Oleh. R. Galih Wijayanti

Selamat pagi rindu…
Telah terseduh secangkir kopi untukmu
Bersama surat kabar yang berisi banyaknya rasa yang tumpah karenamu

Selamat pagi rindu…
Menu sarapan apa yang harus ku buat untukmu?
Agar bisa ku lihat sesungging senyum menyapaku pagi ini😊

Selamat pagi rindu…
Aku hanya ingin memberi kabar bahwa Doa dan rinduku selalu hadir lebih pagi dari sinar mentari

Untuk rindu yang hanya bisa tersimpan dalam Doa

[divider]

010
SENJA DI SUDUT SERAMBI
Oleh. R. Galih Wijayanti

Senja di sudut serambi
Menyambut jingga di bibir pantai
Rona merahnya menerpa permukaan air laut, seperti sedang menyiratkan sebuah pesan pada pasir putih yang masih tampak sedikit berkilau

Senja di sudut serambi…
Mengukir sebuah kisah gadis sepi di pangkuan awan
Yang bahagianya karena puisi
Yang sedihnya karena ilusi
Yang senyumnya karena diksi
Yang segalanya hanya imaji
Sebab dia hanya duduk diam di sudut serambi

Senja di sudut serambi…
Menyimpan sejarah pedih tak terperi, seorang gadis sepi yang menenun mimpi tentang petualangan jiwa jauh ke pelosok negeri, sementara raganya tak bisa pergi dari sepetak ruang sunyi tempatnya menguasai emosi

Tinggalkan Balasan