Sen. Nov 18th, 2019

Ahmadreza89 / Pixabay

Waspada Invasi Virus Mematikan

The East wind is coming. Harus ekstra waspada. Invasi virus mematikan ini mulai menjalar sampai ke penjuru dunia. Terutama Indonesia. Mudah menyerang dan juga mudah menular. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Akhir-akhir ini sering kali kita menemui orang sedang pilek/flu. Bahkan mungkin kita salah satu penderitanya. Dan selalu punya banyak keluarga/teman yang flu juga. Ternyata hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, karena tingkat penderita flu di dunia juga meningkat pesat hampir 50%. 

4330009 / Pixabay[/caption]

Di Amerika saja, tahun ini sudah dilaporkan 11 anak meninggal dunia karena flu. Padahal 2019 baru berlangsung satu minggu. Anak-anak terutama balita memang lebih rawan terkena insiden flu. Untuk itu kita harus sangat waspada pada penyakit ini, karena dikabarkan tahun ini akan menjadi tahun flu yang sangat buruk. Meski sepertinya terlalu dini untuk menyimpulkan.

Biasanya musim flu di Indonesia yaitu saat pancaroba (peralihan musim) yaitu antara September sampai ke April. Namun seperti yang kita tahu, musim di Indonesia akhir-akhir ini bisa dibilang berantakan, tidak stabil. Seakan pancaroba terjadi sepanjang tahun.

Perubahan udara dan cuaca yang tidak menentu ini membuat tubuh bekerja ekstra untuk menyesuaikan pada suhu sekitar. Tak heran jika sistem imun kita berkurang hingga membuat banyak orang mudah terserang penyakit seperti virus influenza ini.

Belum terlambat untuk vaksin

Meski musim flu telah datang bahkan tengah berlangsung, tapi belum terlambat untuk mendapatkan vaksin flu. Karena diramalkan paling tidak invasi virus ini akan terus meningkat paling tidak sampai tengah tahun ini. Vaksin masih merupakan cara paling efektif untuk melindungi diri dari flu.

Lakukan bukan hanya untuk diri sendiri. Tapi mengambil vaksin juga berguna bagi lingkungan sobat sekalian. Flu terlalu mudah menular. Semakin banyak orang divaksinasi, maka akan semakin tipis penularan virus merajalela. Jangan biarkan virus ini mengambil alih bumi. 🙂

Ahmadreza89 / Pixabay

Belajar dari musim flu 2016-1017, vaksin telah berhasil mencegah lebih dari 5 juta kasus flu. Jadi semakin cepat kita mendapatkan vaksin, akan lebih baik. Bukan hanya terhindar dari flu, namun kita juga terbebas sebagai tersangka penularan flu.

Namun begitu ada cara lain juga untuk pencegahan penularan virus dan menghentikan penyebaran kuman penyakit. Yaitu sebagai berikut:

  • Hindari hubungan kontak dengan orang sakit. Tapi jangan dikucilkan ya. Rawat juga dong.
  • Jika sobat yang sakit, harus tahu diri juga, jangan bangga ajak orang lain untuk ikut sakit. Minimal menggunakan masker saat flu. 
  • Lebih baik tetap di rumah, terutama jika disertai demam. Dan ditambah setidaknya 24 jam lagi meski demam sudah reda. Jangan sombong, belagu mentang-mentang sudah sembuh langsung nongkrong.
  • Tutup hidung dan mulut jika bersin/batuk menggunakan tisu lalu segera buang tisu tersebut (di temppat sampah tentunya. jangan sembarangan). Juga jangan lupa baca Hamdalah untuk yang muslim.
  • Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut. Kecuali saat mencucinya tentu saja, bahkan sering-seringlah mencuci tangan. Wudhu untuk yang muslim sepertinya juga bisa sangat membantu.
  • Bersihkan/sterilkan menggunakan disinfektan benda-benda yang mungkin terkontaminasi virus. Intinya jangan jorok dong.

Jika sepertinya flu yang dialami parah, ada kemungkinan mengalami komplikasi flu atau jenis flu yang lebih mematikan (misalnya flu burung). Untuk kasus ini harus cepat-cepat mengunjungi dokter. Karena banyak flu serius yang gejalanya mirip-mirip dengan flu biasa. Sebenarnya apapun flu yang kita alami, konsultasi ke dokter adalah jalan terbaik. Jangan ke dukun, kecuali memang mau beranak.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: